Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Cara Pemkot Bandung Minimalisasi Kerumunan Saat Salat Id

Oded berharap, setiap masjid, termasuk masjid berkapasitas kecil yang biasanya tidak melaksanakan salat id diimbau untuk menggelar salat id. Bahkan sebisa mungkin salat id dilaksanakan hingga ke level RT atau RW.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 10 Mei 2021  |  20:16 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung Oded M Danial berharap masjid-masjid di Kota Bandung bisa menggelar salat Idulfitri 1442 Hijriah.

Dengan begitu, upaya tersebut dapat memecah konsentrasi jemaah yang biasa melaksanakan salat id di lapangan atau masjid besar.

Ini merupakan upaya desentralisasi pelaksanaan salat Idulfitri agar masyakarat tidak terfokus pada beberapa masjid yang menyelenggarakan salat id, sehingga bisa meminimalisir terjadinya kerumunan.

“Hasil rapat ini yang krusial pertama tentang Idulfitri. Tadi dibahas dan disepakti, Idulfitri dilaksanakan dengan konsep desentralisasi. Artinya semakin menyebar semakin baik, karena jumlah jemaah yang ikut dalam salat Idulfitri akan semakin sedikit,” kata Oded, Senin (10/5/2021).;

Oded menerangkan, biasanya pelaksanaan salat id dilakukan di masjid atau lapangan dengan daya tampung besar agar dapat menghimpun jemaah dari beberapa masjid. Sehingga jumlah jemaahnya pun akan banyak.

Namun, tahun ini Oded berharap, setiap masjid, termasuk masjid berkapasitas kecil yang biasanya tidak melaksanakan salat id diimbau untuk menggelar salat id. Bahkan sebisa mungkin salat id dilaksanakan hingga ke level RT atau RW.

“Di Kota Bandung ada sekitar 4.000 masjid. Biasanya salat Idulfitri gabungan beberapa masjid di satu tempat. Sekarang, kebijakan kita salat id didesentralisasi. Kalau pendekatannya RT, itu ada 9.000an. Itu lebih baik,” bebernya.

Kendati mengizinkan menggelar salat id berjemaah, Oded tetap mengingatkan agar setiap masjid mempersiapkannya dengan matang.

“Nanti tetap harus diadakan simulasi dulu. Berkoordinasi juga dengan Satgas di level kewilayahan,” jelasnya.

Sedangkan untuk malam takbiran, Oded mengimbau masyarakat tidak melaksanakan takbir keliling.

Untuk pembagian zakat, Oded mengimbau agar panitia pengelola zakat mendistribusikannya secara langsung dan lebih awal.

“Tentang pembagian zakat fitrah, biasanya bertumpuk kerumunan karena dibagikan langsung. Maka zakat fitrah sudah bisa dibagikan sebelumnya dengan harapan tidak terjadi kerumunan. Bahkan mekanismenya oleh petugas diantarkan masing-masing,” terangnya.

Guna mengantisipasi peningkatan aktivitas ziarah kubur pascasalat id, Oded juga sudah menugaskan para camat yang wilayahnya terdapat Tempat Pemakaman Umum (TPU) agar membuat tim khusus. Tim ini akan bertugas pengendalian masyarakat yang beraktivitas di TPU.

Oded mengingatkan agar standar protokol kesehatan harus diterapkan secara disiplin di sekitar TPU.

Tak lupa juga skema pengaturan lalu lintas di wilayah sekitar TPU harus dikondisikan agar tidak terjadi kepadatan lantaran pengunjung datang secara berbarengan.

“Ziarah kubur juga yang sering berpotensi menimbulkan kerumunan orang banyak. Tadi kita meminta kepada semua aparat kewilayahan yang memiliki TPU untuk melaksanakan pengetatan pengawasan terhadap orang yang akan ziarah,” ungkapnya. (K34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top