Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani Karawang Curhat ke Wamentan Soal Penolakan Impor Beras

Kementerian Pertanian mengungkapkan saat ini sedang terjadi panen raya padi di hampir semua daerah yang ada di Indonesia, termasuk di Kabupaten Karawang.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  19:10 WIB
Tanam perdana padi di Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang
Tanam perdana padi di Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang

Bisnis.com, KARAWANG - Kementerian Pertanian mengungkapkan saat ini sedang terjadi panen raya padi di hampir semua daerah yang ada di Indonesia, termasuk di Kabupaten Karawang.

Dengan kondisi ini, instansi tersebut menjamin bahwa stok gabah maupun beras dalam kondisi surplus sehingga rencana impor beras 1 juta ton harus dikaji ulang.

Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi mengatakan pihaknya telah berkeliling daerah untuk memantau hasil panen secara langsung. Berdasarkan catatannya, panen memang terjadi di berbagai daerah. Panen kali ini cukup berhasil karena salah satunya ada dukungan berbagai pihak termasuk dari BUMN, terkait ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani.

"Saya lihat stok pupuk juga bagus. Produksi Pupuk Kujang baik dan siap. Begitu pula dengan panen di Karawang ini, cukup bagus," ujar Harvick, disela-sela acara tanam perdana padi di Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kamis (25/3/2021).

Panen yang bagus ini tak hanya terjadi di Karawang, melainkan hampir di semua daerah di Indonesia. Bahkan, hasil produksi gabah di berbagai daerah memang terindikasi surplus. Dengan kondisi ini, pihaknya bisa meyakinkan pemerintah, supaya tidak ada impor beras.

Bahkan, pihaknya juga sempat bertemu perwakilan petani di Karawang yang membahas hasil panen. Dalam pertemuan itu, petani Karawang memohon supaya tidak ada impor beras lagi.

"Petani Karawang ini keren. Mereka menyanggupi bisa menghasilkan 1 juta ton beras. Ini perlu kita apresiasi," ujarnya.

Untuk mendukung semangat para petani dalam bercocok tanam ini, maka komponen lainnya perlu ditunjang, salah satunya ketersediaan pupuk bersubsidi. Saat ini, stok pupuk di wilayah Jawa Barat mencapai 128.236 ton.

Rinciannya, pupuk Urea 110.883 ton, NPK Phonska 8.362 ton, dan pupuk organik Petroganik 8.991ton. Stok tersebut bisa cukup untuk kebutuhan dua minggu kedepan. Bahkan, stok pupuk juga mengalami surplus.

Adapun stok pupuk subsidi untuk wilayah Karawang hingga 23 Maret 2021 mencapai 6.900 ton. Rinciannya, Urea 5.123 ton, NPK 1.406 ton, organik 371 ton. Adapun realisasi pupuk subsidi di Karawang hingga saat ini telah mencapai 22.677 ton.

"Rinciannya, Urea 13.215 ton, NPK 8.586 ton, organik 876 ton," ujarnya.

Tanam padi perdana tersebut, dilakukan oleh sejumlah petani binaan PT Pupuk Kujang. Kementan, jajaran Direksi PT Pupuk Indonesia dan PT Pupuk Kujang.

Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto mengatakan tanam perdana ini di lahan seluas 210 hektare. Petani yang sudah mulai bercocok tanam ini, mendapat pendampingan dari tim ahli Pupuk Kujang lewat program Agrosolution.

"Melalui program tersebut, petani tak perlu takut hasil panen bakal buruk atau gagal. Sebab, program Agrosolution terbukti berhasil meningkatkan produktivitas panen rata-rata hingga 55 persen," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Kujang Maryadi mengatakan program Agrosolution memanjakan petani dengan berbagai kemudahan. Mulai dari persiapan tanam yang didampingi langsung tim riset Pupuk Kujang, dicarikan bantuan permodalan, asuransi, hingga dicarikan off taker atau pembeli.

"Pola ini yang sedang kami kembangkan, melibatkan banyak pihak, dan pada tahun ini kami menargetkan program Agrosolution di lahan pertanian total seluas 50.000 hektare," ujarnya. (K60)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karawang
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top