Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid Masih Tinggi, Karawang Kembali Berlakukan Pembatasan Sosial

Kabupaten Karawang untuk yang kesekian kalinya memperpanjang status pembatasan sosial berskala mikro (PSBM).
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  15:09 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, KARAWANG - Kabupaten Karawang untuk yang kesekian kalinya memperpanjang status pembatasan sosial berskala mikro (PSBM).

Kali ini, terhitung dari 23 Maret hinggal 5 April, wilayah yang terkenal dengan sebutan kota pangkal perjuangan ini diberlalukan PSBM tersebut. Kondisi ini, disebabkan kasus penyebaran Covid-19 masih cukup tinggi.

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Karawang Fitra Hergyana mengatakan keputusan tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Perpanjangan penerapan PSBM ini, dilakukan mengingat angka penyebaran kasus Covid-19 masih cukup masif.

"Perpanjangan tersebut mengacu Keputusan Gubernur Jawa Barat No 443/Kep.151-Hukham," ujar Fitra, melalui rilis yang diterima Bisnis.com, Rabu (24/3/2021).

Karena itu, lanjut Fitra, pihaknya meminta segenap warga Karawang wajib mematuhi ketentuan PSBM serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Warga diminta jangan kendur dalam menerapkan 5M dan 3W, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan. Serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

Terkait dengan pelaksanaan vaksinasi, Fitra menyebutkan, vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Karawang telah selesai memasuki tahap kedua.

Sasarannya, yakni petugas publik, pendidik, pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah, keamanan, pelayan publik lainnya, transportasi publik, atlet, wartawan pekerja media, pariwisata, kelompok lanjut usia atau orang yang berusia 60 tahun ke atas juga menjadi sasaran prioritas.

Menurutnya, kelompok lansia dipilih sebagai prioritas vaksin, karena mereka lebih beresiko berdampak parah jika terkena Covid-19. Tak sama seperti pemberian vaksin pada kelompok lain, usia lansia akan mendapatkan perlakuan khusus. Salah satunya soal interval jarak pemberian dosis pertama dan kedua vaksin Corona, yakni 28 hari. Sementara kelompok lainnya berjarak 14 hari.

Pemberian vaksin untuk lansia bertujuan untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Sekaligus menurunkan risiko terkena penyakit infeksi. Jikapun terkena, gejala yang dirasakan bisa lebih ringan dan kemungkinan sembuh juga lebih besar. (K60)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karawang
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top