Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Internet of Things: Startup eFishery Sukses Kembangan Alat Penebar Pakan

sejak eFishery diperkenalkan, generasi muda di daerah mulai percaya diri untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada di daerahnya, terutama potensi budi daya ikan maupun udang.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  16:41 WIB
eFishery - efishery.com
eFishery - efishery.com

Bisnis.com, BANDUNG - Pemanfaatan ioT atau Internet of Things di dunia peternakan bukan suatu hal yang mustahil. Startup IoT asal Kota Bandung bernama eFishery membuktikan hal itu.

eFishery telah menciptakan alat pemberi pakan untuk ikan maupun udang berbasis internet. Dengan alat ini, pembudidaya ikan atau udang bisa mengintegrasikan sistem pemberian pakan.

Jadwal pemberian pakan, jumlah pakan yang ditebar, hingga pemantauan pertumbuhan hewan di tambak, dikelola secara akurat berbasis online.

Head of Marketing eFisher Galih Husni Fauzan mengatakan pada dasarnya eFishery menyediakan teknologi yang membawa kemudahan dalam budi daya ikan maupun udang.

Karena mudah, budi daya pun menjadi lebih inklusif, baik pria maupun wanita, tua maupun muda, dapat melakukan budi daya ikan atau udang dengan lebih produktif dan efisien.

"Selain itu, teknologi eFishery diharapkan meningkatkan bibit-bibit petani milenial 4.0. Biasanya anak muda pergi dari desa dan meninggalkan pekerjaan bertani atau mengurus kolam untuk mencari pekerjaan ke kota. Sekarang karena pekerjaan budi daya menjadi lebih modern, diharapkan banyak kaum muda yang tinggal dan membangun perekonomian desa," jelas Galih kepada Bisnis, Rabu (3/3/2021).

Menurut Galih, sejak eFishery diperkenalkan, generasi muda di daerah mulai percaya diri untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada di daerahnya, terutama potensi budi daya ikan maupun udang.

Salah seorang anak muda pembudidaya ikan adalah Aldio. Pemuda asal Cirebon berusia 25 tahun ini percaya diri untuk menggeluti dunia budi daya ikan.

Tentunya dengan usia yang relatif muda, Aldio sangat akrab dengan teknologi. Sehingga dalam menjalankan usaha budi daya ikannya, Aldio menggunakan produk eFisheryFeeder.

Menurut Aldio eFisheryFeeder mampu mengoptimalkan pertumbuhan budi daya ikannya hingga bisa menekan cost pakan berkat fitur pengaturan jumlah dan waktu tebar pakan.

Saat ini, Aldio memiliki 11 kolam ikan nila dengan rata-rata padat tebar 35.000 - 40.000 ekor/kolam. Dengan padat tebar 35.000, ukuran panen yang didapat mencapai 3-4 ekor/kg.

Dalam sekali panen, ikan yang dibudidayakan Aldio bisa mencapai bobot 7.331 kg dalam durasi 2,5 bulan. Menurutnya, eFisheryFeeder dapat memangkas waktu hasil panen jadi lebih merata.

“Saya merasa sangat terbantu dengan adanya eFishery Smart Feeder, biasanya dalam 3 bulan baru bisa panen tapi sekarang cukup dengan 2,5 bulan saja. Selain bisa memangkas waktu panen hasil panennya pun jadi lebih merata,” ungkap dia.

Produk eFishery Feeder ini mampu melontarkan pakan hingga 10 meter dengan merata. Sehingga petani tidak usah lagi turun ke tambak untuk memberi pakan.

Cukup menggunakan smartphone, pemberian pakan bisa dikontrol dengan efisien bahkan hingga 24 jam.

Setiap pakan yang dikeluarkan eFisheryFeeder bisa tercatat secara otomatis. Dengan begitu, pengeluaran pakan setiap hari bisa dipantau tanpa harus mencatat secara manual.

Selain untuk ikan, eFishery memiliki produk untuk pembudidayaan udang. Alat tersebut bernama eFishery for Shrimp atau eFishery untuk udang.

Dengan alat ini, pembudidaya udang bisa mengontrol pemberian pakan selama 24 jam. Bedanya dengan alat untuk budi daya ikan, eFisheryFeeder untuk udang ini jarak lontar pakannya bisa mencapai 30 meter secara merata.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp Internet of Things
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top