Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Manggis Purwakarta Meraja di Asia Tenggara dan China 

Daerah dengan elevasi antara 100 sampai 800 mdpl ini mampu mengeskpor sang "ratu buah" tersebut ke berbagai negara sejak dulu.
- Bisnis.com 03 Maret 2021  |  13:25 WIB
Buah manggis - Pertanian.go.id
Buah manggis - Pertanian.go.id

Bisnis.com, PURWKARTA – Manggis atau Garcinia mangostana L. dikenal sebagai salah satu buah yang ada di Indonesia.

Manggis, menurut catatan di Wikipedia, diyakini berasal dari Semenanjung Malaya dan menyebar ke Kepulauan Nusantara.

Pohon manggis tumbuh mencapai 7 sampai 25 meter. Buah manggis berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada pula varian yang kulitnya berwarna merah.

Buah yang mendapat sebutan "ratu buah" ini mengandung zat antiinflamasi dan antioksidan. Sehingga di luar negeri buah manggis dikenal sebagai buah yang memiliki kadar antioksidan tertinggi di dunia.

Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu wilayah penghasil buah manggis di Jawa Barat. Daerah dengan elevasi antara 100 sampai 800 mdpl ini mampu mengeskpor sang "ratu buah" tersebut ke berbagai negara sejak dulu.

Plt. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Sri Jaya Midan menuturkan perjalanan ekspor si buah hitam kemerahan dengan perpaduan manis dan asam ini.

“Sebenarnya, ekspor manggis dari Purwakarta sudah berlangsung sejak dulu. Namun, saat itu ekspornya baru melalui perusahaan dari luar. Selain itu, dulu juga diklaim bukan manggis asal Purwakarta,” ujar Midan, Rabu (3/3/2021).

Dengan kata lain, lanjut dia, dulu yang melakukan ekspor ini bukan petani langsung. Jadi, saat itu hasil panen petani dibeli pihak ketiga dan mereka yang melakukan ekspornya. Tetapi, sejak 2018 tata niaga ekspor manggis diperbaharui.

Sejak saat itu, lanjut dia, manggis dari Wanayasa (nama daerah di Purwakarta)  dan sekitarnya diekspor langsung oleh petani. Mereka bekerja sama dengan perusahaan yang ada di wilayah tersebut. Sampai saat ini, tercatat sudah ada tiga perusahaan eksportir manggis di Purwakarta.

Selama ini, ketiga perusahaan tersebut setiap tahun rutin mengekspor manggis ke sejumlah negara, seperti negara-negara di Asia Tenggara dan China. Bahkan, untuk ekspor ke China tidak ada batasannya. Berapa pun manggis yang diekspor dari Purwakarta, pasti diterima pasar Negeri Tirai Bambu tersebut.

“Kami sangat bersyukur, karena manggis Wanayasa diakui dunia dan permintaannya cukup tinggi,” jelas Midan.

Midan menjelaskan manggis Purwakarta merupakan varietas Wanayasa yang telah disertifikasi oleh Kementerian Pertanian. Sertifikasi itu tertuang dalam Kepmentan No 571/Kpta/SR.120/9/2006.

Selama ini, varietas manggis Wanayasa diklaim menjadi unggulan di Indonesia.

Dia mengakui dibukanya kran ekspor manggis telah memberi keuntungan bagi petani. Sejauh ini permintaan manggis bersifat unlimited. Berapa pun hasil panen petani, selama syaratnya terpenuhi, bisa diekspor ke pasar dunia.

“Dengan adanya ekspor ini, kesejahteraan petani dipastikan meningkat,” tambah dia.

Sejauh ini, lanjut dia, upaya pemerintah menggenjot ekspor manggis ini salah satunya dengan intensifikasi lahan dan peningkatan produktivitas.

Para petani petani juga diedukasi untuk melakukan peremajaan (replanting) pohon manggis yang sudah tua melalui bantuan bibit. 

Midan menambahkan bahwa setiap daerah mempunyai kekhasan masing-masing. Manggis Purwakarta terlihat dari teksturnya yang lembut dan kulit luarnya yang mulus, juga dari perpaduan rasanya yang manis asam (segar).

Selain dari tekstur dan rasa, lanjut dia, manggis khas Purwakarta memiliki daya tahan cukup lama. Jika disimpan dalam ruangan, manggis Purwakarta bisa bertahan hingga 28 hari dengan kondisi masih segar. Manggis dari daerah lain biasanya bertahan kurang dari 28 hari.

Lahan perkebunan manggis di Purwakarta saat ini mencapai lebih dari 1.500 hektare. Lahan tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Wanayasa, Kiarapedes, Bojong, Darangdan, dan Pondoksalam.

Rata-rata produksi buah manggis saat panen raya, kata Midan, sekitar 47 ton per hektare.

Hasil panen tersebut bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal (domestik), tapi juga diekspor ke mancanegara.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor china asia tenggara manggis purwakarta

Sumber : Asep Mulyana

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top