Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pernah Positif, Wakil Wali Kota Bandung Besok Divaksin Covid-19

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan aturan baru tentang pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Pada aturan baru tersebut, kini penyintas boleh mengikuti program vaksinasi.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 01 Maret 2021  |  15:01 WIB
Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19, Jumat (26/2/2021).  - ANTARA
Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19, Jumat (26/2/2021). - ANTARA

Bisnis.com, BANDUNG - Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana dipastikan akan menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama pada Selasa (2/3/2021). Rencananya, penyuntikan vaksin akan dilaksanakan di Balai Kota Bandung.

"Saya terdaftar karena sudah lebih dari tiga bulan sebagai penyintas," katanya di Balai Kota Bandung, Senin (1/3/2021).

Meski pernah terpapar Covid-19 pada Maret 2020 lalu, tetapi dia menyatakan siap untuk mengikuti program vaksinasi. Menurutnya, vaksinasi merupakan kunci untuk keluar dari situasi pandemi Covid-19.

"Saya siap. Saya kemarin sudah dikonfirmasi terdaftar," tuturnya.

Perlu diketahui, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan aturan baru tentang pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Pada aturan baru tersebut, kini penyintas boleh mengikuti program vaksinasi.

Pada tahap kedua vaksinasi Covid-19 di Kota Bandung, selain Yana, ada beberapa pejabat publik lainnya yang dijadwalkan akan menerima suntikan pertama vaksin Covid-19.

"Besok para kadis [kepala dinas], rektor, beberapa pejabat yang sering berinteraksi dengan masyarakat. Semua dari kementerian kesehatan langsung, jadi kami mengikuti saja," terangnya.

Sebagai penyintas Covid-19, Yana pun meminta kepada masyarakat yang telah terpapar Covid-19 dan kemudian dinyatakan negatif, untuk tetap istirahat selama satu sampai dua Minggu.

"Minimal seminggu atau dua minggu. Jangan beraktivitas berat. Karena badan kita membutuhkan recovery," imbaunya.

Tak lupa, lanjutnya, protokol kesehatan harus tetap dijaga. Pasalnya, meski pernah terpapar namun bukan tubuh akan kebal dari paparan virus Corona.

"Saya juga setelah dinyatakan sembuh, tetap melaksanakan protokol kesehatan. Karena yang saya baca, kita terpapar itu akhirnya ada antibody. Namun, tidak berarti kebal," tuturnya.

Yana juga berpesan agar tidak terlalu paranoid terhadap virus Covid-19. Dia menyatakan virus corona harus dihindari dengan melaksanakan prokes, sehingga imunitas tumbuh.

"Jika terlalu khawatir alam bawah sadar kita malah menurunkan imunitas," katanya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandung Virus Corona Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top