Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ridwan Kamil Jawab Isu Relawan Uji Klinis Terkena Covid-19

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil angkat bicara soal isu sejumlah relawan uji klinis vaksin Covid-19 Bio Farma-Sinovac positif.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  16:46 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil - Bisnis
Gubernur Jabar Ridwan Kamil - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil angkat bicara soal isu sejumlah relawan uji klinis vaksin Covid-19 Bio Farma-Sinovac positif.

Ridwan Kamil mengatakan relawan yang disuntik terbagi ke dalam dua perbedaan isi jarum suntik, pertama yang disuntik vaksin dan placebo. Meski ini adalah ranah kedokteran, namun sebagai relawan pengujian vaksin dirinya memastikan ada yang disuntik vaksin asli dan placebo.

“Nah mungkin saja karena placebo kan artinya dia cairan netral yang tidak mempengaruhi maka mungkin saja kelompok yang positif itu kelompok yang tidak disuntik vaksin kan tapi placebo,” ujarnya di Makodam III Siliwangi, Bandung, Senin (18/1/2021).

Namun jika relawan yang divaksin asli terkena Covid-19, pihaknya meminta jadwal yang bersangkutan diteliti. Dari penjelasan tim dokter pada pihaknya, antibody baru akan muncul tiga bulan setelah suntikan kedua.

“Jadi kami disuntik bulan Agustus pertama dan disuntik lagi 14 September 14 hari, dari September ke Desember itu terjadi proses antibodi, mungkin saja kenanya sebelum H-30 keran antibodinya belum maksimal, maka dia kena,” ujarnya.

Menurutnya cerita relawan uji vaksin kena Covid-19 harus dibedah dan tidak digeneralisir bahwa uji vaksin gagal. Menurutnya jika dalam bulan ketiga setelah antibody 99 persen terbentuk dan terkena Covid-19 maka cerita tersebut valid.

“Tapi kalau terjadinya sebelum 30 hari setelah suntikan kedua itu bisa saja karena antibodinya sedang berproses, dia jorok dan tidak 3M menantang atau kasus selebriti baru sehari disuntik terus malemnya pesta, itu vaksinnya belum berfungsi karena suntikan pertama itu pengkondisian tubuh kemudian suntikan kedua itu merangsang munculnya antibodi. Antibodi kan dari 0 persen, bisa kenanya lagi 30 atau 25 persen tapi kalau sudah 90 teorinya kabarnya tidak,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ridwan kamil Covid-19
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top