Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SOR Watubelah Cirebon Gagal Dijadikan Sebagai Tempat Isolasi

Sarana Olahraga (SOR) Watubelah di Jalan Fatahillah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, batal digunakan menjadi tempat isolasi mandiri bagi pasien positif Covid-19 tanpa gejala.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  12:35 WIB
Bupati Cirebon Imron Rosyadi
Bupati Cirebon Imron Rosyadi

Bisnis.com, CIREBON - Sarana Olahraga (SOR) Watubelah di Jalan Fatahillah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, batal digunakan menjadi tempat isolasi mandiri bagi pasien positif Covid-19 tanpa gejala.

Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan, gelanggang olahraga tersebut gagal digunakan menjadi tempat isolasi karena keterbatasan fasilitas.

Imron menambahkan, bila fasilitas di ruang isolasi tidak menunjang, dikhawatirkan akan memperparah kondisi pasien yang menjalani perawatan.

"Takutnya kesembuhan mereka lebih lambat karena stres. Di Watubelah itu kan sebenarnya tidak ada sama sekali fasilitas," kata Imron di Kabupaten Cirebon, Kamis (7/1/2021).

Pemerintah daerah saat ini memiliki opsi lain untuk tempat isolasi mandiri, yakni Hotel The Radiant yang berada di Kecamatan Beber perbatasan antara Kabupaten Cirebon dengan Kabupaten Kuningan.

Imron mengatakan, hotel tersebut sangat besar, sehingga dapat menampung jumlah pasien positif lebih banyak, sehingga penanganan bisa dilakukan secara cepat.

Pemerintah daerah pun berharap, lokasi isolasi tersebut bisa digunakan paling lambat akhir Januari 2021. Pihak hotel pun mengaku sudah setuju.

"Hotel itu pun jauh dengan permukiman penduduk. Sangat memungkinkan jadi tempat isolasi," katanya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memprediksi, kasus terkonfirmasi positif corona virus disease 2019 (covid-19) di Kabupaten Cirebon bakal terus bertambah pada awal 2021 ini.

Kepala Dinkes (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny mengatakan, penambahan kasus bakal terus terjadi karena banyak klaster keluarga setiap harinya. Klaster itu mendominasi setiap harinya.

"Klaster keluarga itu jelas akan menambah jumlah konfirmasi. Misalnya istrinya yang kena, kami akan tracing kepada suaminya, anak anaknya bahkan ke tetangganya dan kelurga terdekat," kata Enny di Kabupaten Cirebon, Rabu (6/1/2021).

Setiap harinya, rata-rata penambahan jumlah orang terdeteksi diatas 30 orang. Kata Enny, 2.000 kasus terkonfirmasi positif covid-19 adalah orang tanpa gejala (OTG) dari klaster keluarga.

Enny mengatakan, meskipun anggaran untuk pemeriksaan massal sudah ditutup, pemerintah daerah bakal terus melakukan tracing bila ditemukan adanya kasus terkonfirmasi positif covid-19 baru.

"ami belum tahu berapa anggarannya untuk tahun ini. Tapi untuk persediaan reagen dan VTM kami sudah disiapkan oleh BNPB. Artinya, setiap kami butuh, tinggal mengajukan dan pasti dipenuhi," kata Enny. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top