Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WJIS 2020: 76 Destinasi Wisata Jabar Butuh Investasi

Jawa Barat membutuhkan investasi hingga Rp5,8 triliun guna mengembangkan sekitar 76 titik destinasi wisata.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 18 November 2020  |  11:35 WIB
WJIS 2020
WJIS 2020

Bisnis.com, BANDUNG — Jawa Barat membutuhkan investasi hingga Rp5,8 triliun guna mengembangkan sekitar 76 titik destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan kebutuhan investasi ini tersebar di 21 kabupaten/kota. Rata-rata destinasi wisata yang butuh sentuhan modal adalah pariwisata berbasis alam.

“Jadi total investasi untuk 76 tempat wisata itu alokasi potensi wisata yang akan kita kerja sama itu sekitar Rp5,8 triliun,” katanya di West Java Investment Summit (WJIS) 2020 di Bandung, Selasa (17/11/2020).

Menurutnya kebutuhan investasi ini diperkirakan untuk kurun waktu selama empat tahun ke depan. Optimalisasi potensi 76 tempat wisata baru di Jawa Barat ini, kata Dedi Taufik, adalah salah satu strategi Pemprov Jabar untuk melakukan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 dengan tetap mengedepankan aspek kesehatan di sektor pariwisata.

"Karena memang sektor pariwisata ini merasakan sekali dampak dari pandemi Covid-19. Untuk itu dari Pemprov Jabar melakukan pertemuan terutama kita juga harus menggali potensi-potensi di wilayah Jawa Barat yang sekarang kita lakukan tourism investment summit yang dikemas di WJIS 2020 ini," katanya.

Dia mencatat 76 tempat wisata rata-rata berada di kawasan milik PTPN, Perhutani dan pihak swasta lainnya yang dikategorikan atau masuk dalam beberapa kelompok seperti brown book, blue book dan green book.

"Kalau brown book sudah mantap semuanya dan kaitan FS (Feasibility Study) dan (Detail Engineering Design) DES tahapannya sudah selesai dan kalau blue book baru daftarkan keinginan dari masing-masing kabupaten/kota yang akan diangkat. Lalu green book ada tahapannya 10 atau mendekati di brown book siap kita jual," paparnya.

Saat ini untuk mengangkat sebuah potensi wisata baru tidak bisa hanya mengandalkan dari anggaran pemerintah daerah atau pemerintah pusat terlebih anggaran pemerintah daerah dan pusat saat ini di-refocusing untuk penanggulangan Covid-19.

"Kalau mengandalkan APBN atau ABPD tidak akan selesai dalam membangun pariwisata. Terlebih kita (Disparbud Jabar) re-focusing anggaran hampir Rp6 triliun untuk langkah emergency kesehatan Covid-19," kata dia.

Disparbud Jawa Barat sendiri menyambut baik adanya MoU antara PTPN VIII dengan BUMD Jabar yakni PT. Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) atau Jaswita Jabar, di hari kedua WJIS terkait pengembangan tempat wisata baru.

"Diharapkan dengan adanya antara MoU Jaswita dan PTPN VIII, maka yang lainnya juga bisa melakukan MoU lainnya, khususnya dalam investasi di bidang pariwisata mengingat besarnya market pariwisata kita. Seperti sekitar 70 persen kalangan milenial memiliki ketertarikan ke wisata alam. Ini potensi yang perlu kita kolaborasikan bersama melalui forum WJIS 2020 ini," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

WJIS
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top