Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rebo Wekasan, Warga Cirebon Mandi di Sungai dan Makan Apem

Ratusan warga tampak berkumpul di Situs Pangeran Pasarean, Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (14/10/2020) untuk melaksanakan tradisi saparan Rebo Wekasan.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  12:35 WIB
Ratusan warga tampak berkumpul di Situs Pangeran Pasarean, Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (14/10/2020) untuk melaksanakan tradisi saparan Rebo Wekasan. - Bisnis/Hakim Baihaqi
Ratusan warga tampak berkumpul di Situs Pangeran Pasarean, Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (14/10/2020) untuk melaksanakan tradisi saparan Rebo Wekasan. - Bisnis/Hakim Baihaqi

Bisnis.com, CIREBON - ‎Ratusan warga tampak berkumpul di Situs Pangeran Pasarean, Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (14/10/2020) untuk melaksanakan tradisi saparan Rebo Wekasan.

‎Pantauan Bisnis.com sekira pukul 09.00 WIB, sebagian warga yang berkumpul di Situs Pangeran Sarean langsung melaksanakan salat sunah bersama, dilanjut dengan memanjatkan doa tolak bala.

Kemudian, setelah itu, dilaksanakan pula tradisi surak atau sawer kepada fakir miskin dan anak yatim yang sejak pagi sudah berkumpul di situs tersebut.

‎Beberapa warga yang hadir pun tampak berebut uang sambil melantunkan doa tawurji‎ atau doa terakhir Bulan Safar sebagai pengingat kematian Syekh Siti Jenar.

‎Kuncen Situs Pangeran Pasarean, Hasan Ashari, mengatakan, setelah melaksanakan salat sunah berjamaah dan mengikuti sawer, warga pun kemudian berbondong ke Sungai Cipager yang berada tepat di belakang situs tersebut.

Sungai Cipager tersebut, sebelumnya telah disimpan Isim Kala Cakra atau jimat pusaka, yang dipercaya oleh masyarakat dapat mengusir pengaruh-pengaruh negatif.

‎"Tradisi ini bermula dari zaman Sunan Kalijaga yang mandi di Sungai Drajat, saat banyak warga terkena wabah penyakit," kata Hasan di Kabupaten Cirebon.

‎Setelah mandi, ratusan warga tersebut kemudian berkumpul di pelataran, untuk bersama-sama memakan kue apem yang disajikan dengan gula merah.

Apem merupakan, kudapan yang yerbuat dari tepung beras, campuran air hangat, tape singkong.‎ Diketahui kue tersebut, selalu dibuat oleh warga sekitar mulai dari tanggal 1 Safar sampai 30 Safar.

‎Sejarawan Cirebon, Achmad Opan Safari Hasyim, mengatakan, dalam tulisan Jafar Assegaf, tradisi tersebut untuk memperingati wafatnya seluruh pasukan Husain bin Ali atau cucu dari Nabi Muhammad SAW.

"Namun di Cirebon‎, tradisi tersebut dilakukan dengan cara ngapem yang bertujuan sebagai sodakoh untuk menolak bala atau musibah," katanya. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top