Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Percepat Kesembuhan, Pasien Covid-19 di Cirebon Bakal Diterapi Plasma Darah

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mulai menerapkan terapi plasma darah atau plasma konvalesen untuk upaya percepatan penyembuhan pasien positif.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 16 September 2020  |  18:08 WIB
Konferensi pers terkait penerapan terapi plasma daerah di Kampus Kedokteran UGJ Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (16/9/2020). - Bisnis/Hakim Baihaqi
Konferensi pers terkait penerapan terapi plasma daerah di Kampus Kedokteran UGJ Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (16/9/2020). - Bisnis/Hakim Baihaqi

Bisnis.com, CIREBON - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mulai menerapkan terapi plasma darah atau plasma konvalesen untuk upaya percepatan penyembuhan pasien positif.

Untuk penerapan pengobatan terapi plasma darah, Kabupaten Cirebon bekerjasama dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon.

Ketua Divisi I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten, Ahmad Fariz, mengatakan, untuk terapi plasma darah nantinya, akan menggunakan darah (antibodi) dari pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh.

Perekrutan penyintas Covid-19 untuk mendonor plasma, nantinya dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan PMI Kabupaten Cirebon.

"Dua pasien dalam kondisi sedang dan berat yang dirawat di RSUD Waled sudah menjalani terapi plasma tersebut, menunjukkan adanya perubahan baik dan tidak lagi dipasangi alat bantu pernapasan," kata Fariz di Kota Cirebon, Rabu (16/9/2020).

Terapi plasma darah yang dilakukan kepada pasien positif Covid-19, kata Fariz, dapat menekan angka kematian akibat penyakit tersebut sebesar 70 dan lebih cepat mematikan virus dibandingkan terapi lainnya.

Sekretaris PMI Kabupaten Cirebon, Mohamad Lutfi, mengatakan, pasien positif Covid-19 yang bisa menjalani terapi plasma tersebut yakni kategori berat serta sedang dan harus mendapatkan penanganan khusus.

Luthfi mengatakan, PMI Kabupaten sudah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan sudah memiliki sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB).

Syarat untuk menjadi penodor plasma bagi pasien sembuh positif Covid-19 yakni tidak mengidap penyakit HIV/AIDS atau pun hepatitis. Sedangkan yang memiliki penyakit bawaan atau comorbid tidak menular diperbolehkan untuk mendonor.

"Sudah bisa memproduksi plasma sendiri, tapi ini bukan vaksin, hanya untuk pasien covid-19," katanya. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top