Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ketua REI Jabar: Sektor Properti Bisa Dorong Pemulihan Ekonomi

Cetak biru pemulihan ekonomi Jawa Barat di sektor properti diyakini bisa turut menyelamatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat di triwulan III 2020 ini.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 01 September 2020  |  17:32 WIB
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI Jabar Joko Suranto - Istimewa
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI Jabar Joko Suranto - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG — Cetak biru pemulihan ekonomi Jawa Barat di sektor properti diyakini bisa turut menyelamatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat di triwulan III 2020 ini.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI Jabar Joko Suranto mengatakan kebutuhan dan suplai perumahan di Jawa Barat relatif tidak ada masalah selama pandemi. Namun rontoknya sektor lain oleh pandemi Covid-19 memberi pengaruh cukup signifikan pada sektor properti.

“Kalau bahasa perbankan, ada pengecilan segmen pasar yang ada. Untuk mengakses [pembiayaan] itu kan harus memiliki kapasitas tertentu dan kriteria tertentu,” katanya kepada Bisnis, Selasa (1/9/2020).

Joko yang turut duduk sebagai Ketua Pokja Properti dalam Satgas Pemulihan Ekonomi Jawa Barat mengatakan pihaknya bersama stakeholder terkait merumuskan sejumlah skema untuk mendongkrak sektor properti di masa pandemi.

Menurutnya skema subsidi APBD masuk dalam dana penyertaan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) merupakan skema terobosan yang didorong masuk dalam cetak biru.

Menurutnya skema dana penyertaan dalam pemulihan ekonomi Jawa Barat sektor properti didasari fakta alokasi terhadap realisasi program MBR melalui subsidi di provinsi tersebut yang cukup tinggi.

“Dari situ kita bicara, mestinya Pemprov Jabar ada kebijakan yang selaras. Kebutuhan rumah MBR, rumah pertama dan bakclog itu kan besar,” ujar CEO Buana Kassiti Group tersebut.

Subsidi berupa dana penyertaan ini menurut Joko akan memperingan akses warga akan kepemilikan rumah. Menurutnya jika dana penyertaan Pemprov Jabar bisa mencapai sebesar Rp250 miliar, ditambah BJB Rp150 miliar dan sisanya APBN serta perbankan maka bisa mendongrak pembangunan MBR hingga 10 ribu unit.

“Dari sisi kepentingan [pemulihan] ekonomi, sektor properti ini menyangkut 174 sektor lain. Produksi cat, bata, kusen. Ini berarti bisa menghadirkan multiflier effect semakin banyak, ini bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dan menjadi komitmen kita untuk bisa mengurangi jumlah PHK,” tuturnya.

REI Jabar sendiri menargetkan pada 2020 ini bisa membangun 28 ribu unit lebih hunian MBR. Joko memastikan REI tidak mengoreksi target meskipun sektor perekonomian dihantam pandemi Covid-19. “Target kami tidak berubah,” ujarnya.

Karena itu Joko optimis, kebijakan yang juga didukung oleh BJB tersebut bisa menjadi salah satu jalan keluar agar ekonomi Jawa Barat bisa pulih dan lepas dari ancaman resesi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rei
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top