Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

3 Pabrikan di Kawasan Industri MM2100 Cikarang Jadi Klaster Corona

Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat memastikan tiga pabrik manufaktur di kawasan industri MM2100 Cikarang, Bekasi, menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 usai ditemukannya kasus terkonfirmasi positif di sejumlah pabrikan.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  15:47 WIB
Foto aerial kawasan industri Jababeka di Cikarang, Jawa Barat. Bisnis - Himawan L Nugraha
Foto aerial kawasan industri Jababeka di Cikarang, Jawa Barat. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, BANDUNG — Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat memastikan tiga pabrik manufaktur di kawasan industri MM2100 Cikarang, Bekasi, menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 usai ditemukannya kasus terkonfirmasi positif di sejumlah pabrikan.

Ketua Gugus Tugas Jabar Ridwan Kamil mengatakan kawasan tersebut menjadi klaster mengingat kasus terkonfirmasi positif dilaporkan dari hasil rapid test yang digelar di wilayah tersebut.

“Ada tiga [industri] yang ditemukan, satu di LG ada 242 kasus. Ini lumayan sangat banyak,” katanya di Gedung Pakuan, Bandung, Kamis (27/8/2020).

Menurutnya dari pabrikan LG, hasil pelacakan menemukan mereka yang terpapar berasal dari Kabupaten Bekasi, Jakarta dan Karawang. Sejumlah karyawan yang positif menurutnya saat ini sudah isolasi mandiri di President University.

“Kemudian ada klaster di pabrik Suzuki, ada 71 yang dikonfirmasi. Ketiga ada tambahan lagi di pabrik mana, ini beritanya besok,” katanya.

Berangkat dari temuan ini, Ridwan Kamil meminta industri mematuhi protokol kesehatan. Menurutnya industri harusnya paling disiplin karena wilayah kerjanya khusus dan terjaga.

“Dan ada kekuasaan memaksa karyawan disiplin. Tapi kalau ada penyebaran ini berarti ada sesuatu yang tidak sesuai protokol,” ujarnya.

Pihaknya menilai kewaspadaan industri terhadap Covid-19 tidak boleh kendor. Menurutnya ada kemungkinan penyebaran terjadi karena tidak disiplin memakai makser, tidak ada upaya pencegahan, atau banyaknya orang tanpa gejala (OTG) yang keluar masuk industri tidak terdeteksi.

“Kita sedang khawatir, ini tolong waspada kepada seluruh industri di Jabar juga. Bahwa ada sebutan industr tidak kebal makanya hati-hati, jangan sampai industri yang sudah buka kemudian tutup lagi gara-gara Covid-19,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top