Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Puluhan Warga Terjaring dalam Razia Masker di Kabupaten Cirebon

Tim Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian covid-19 Kabupaten Cirebon, mulai melakukan razia penindakan terhadap warga yang melanggar protokol kesehatan karena tidak mengenakan masker.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  11:31 WIB
Warga push up sebagai hukuman saat terkena razia penggunaan masker di Kabupaten Cirebon - Bisnis/Hakim Baihaqi
Warga push up sebagai hukuman saat terkena razia penggunaan masker di Kabupaten Cirebon - Bisnis/Hakim Baihaqi

Bisnis.com, CIREBON - Tim Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian covid-19 Kabupaten Cirebon, mulai melakukan razia penindakan terhadap warga yang melanggar protokol kesehatan karena tidak mengenakan masker.

Pantauan Bisnis.com, Rabu (26/8/2020), razia tersebut dilakukan di Jalan Nyigede Cangkring depan Kantor Kecamatan Plered. Warga yang terlihat tidak mengenakan masker, langsung dibawa oleh petugas ke bahu jalan.

Dalam penindakan tersebut, tim gabungan ini memberikan sanksi kepada warga yang tidak mengenakan masker untuk melafalkan teks Pancasila atau pun melakukan gerakan push up.

Setelah diberikan sanksi tersebut, warga yang melanggar didata oleh petugas dan diberikan pemahaman terkait penggunaan masker selama pandemi Covid-19.

Camat Plered, Hardomo, mengatakan, selama hari ke depan warga yang melanggar akan diberikan sanksi ringan hingga. Sedangkan lima hari selanjutnya, bakal diberikan sanksi berat berupa denda uang sebesar Rp150.000.

Dipilihnya Jalan Nyai Gede Cangkring, kata Hardomo, jalan tersebut menjadi salah satu akses yang paling banyak dilintasi oleh banyak warga.

"Puluhan orang terjaring tidak mengenakan masker. Razia ini akan berlanjut sampai Desa Trusmi Wetan," kata Hardomo.

Di Kecamatan Plered hingga saat ini tercatat ada 22 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Hal tersebut karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit tersebut.

Hardomo mengatakan, sebelum razia dilakukan, pihaknya mengaku sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait protokol kesehatan penggunaan masker.

"Banyak warga yang anggap pandemi corona sudah beres, padahal belum. Perlu proses sampai benar-benar warga paham," katanya.

Berdasarkan informasi sanksi yang akan diberikan yaitu, sanksi lima hari pertama berupa sanksi ringan (membacakan teks Pancasila dan UUD 45), lima hari kedua sanksi sedang (hukuman push up), dan sanksi berat (denda sebesar Rp150.000).

Penegakan protokol kesehatan pada lima hari pertama yang dilaksanakan di Kecamatan Plered, Weru, Klangenan Kecamatan Gunungjati, Mundu, Kedawung, Beber, Asjap dan Sedong. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top