Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Progres Pembuatan Vaksin Merah Putih Capai 30 Persen

Progres pembuatan vaksin Covid-19 yang disebut Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman diklaim sudah mencapai 20-30 persen.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  19:15 WIB
Ilustrasi vaksin virus corona - istimewa
Ilustrasi vaksin virus corona - istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Progres pembuatan vaksin Covid-19 yang disebut Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman diklaim sudah mencapai 20-30 persen.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menargetkan, pada akhir tahun 2020 vaksin sudah bisa diujicobakan kepada hewan.

"Kalau Vaksin Merah Putih Desember (2020) targetnya uji hewannya selesai, sehingga tahun depan bisa mulai uji klinis ke manusia," kata dia, Rabu (29/7/2020).

Lebih jauh, Bambang menjelaskan, Vaksin Merah Putih ini diambil dari virus yang bertransmisi di Indonesia. Dengan kata lain, Vaksin Merah Putih merupakan vaksin yang diteliti dari virus yang menginfeksi orang Indonesia. Sehingga secara karakteristik diharapkan mampu bekerja efektif membunuh Covid-19 di Indonesia.

"Untuk mengembangkan vaksin itu kita harus mengenal virusnya, dan kemudian kita harus mencari cara untuk menangalahkan virus tersebut, nah untuk Indonesia, virus yang dipakai adalah virus yang bertransmisi di Indonesia dan lembaga Eijkman sudah melakukan analisas karakter dari virusnya, namanya whole genome sequencing sudah mulai kelihatan karakter virus di Indonesia dan itu dijadikan bahan untuk bibit vaksin kita," jelasnya.

Dari segi efektifitas, Bambang berharap Vaksin Merah Putih memiliki tingkat efektifitas hingga lebih dari 70 persen. Sehingga manusia tidak harus divaksin berulang kali untuk menghalau Covid-19 menginfeksi tubuh.

Namun, ia menyadari layaknya virus flu, Covid-19 memiliki potensi bermutasi gen dengan cepat. Sehingga dibutuhkan produksi vaksin yang tidak hanya cepat, tapi juga efektif.

"Covid-19 mirip seperti flu, kalau vaksin flu itu efektif untuk banyak orang tetapi tergantung daerah dan setiap dua tahun harus diganti karena virusnya mengalami mutasi, jadi intinya vaksinasi bisa lebih dari sekali," jelasnya.

Jika produksi Vaksin Merah Putih bisa lancar dan tepat waktu, ia berharap 50 persen kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia bisa menggunakan Vaksin Merah Putih.

"Mau gak mau nantinya total vaksin yang diproduksi, minumal 50 persen dari kita, sisanya dari kerjasama tadi, sukur-sukur bisa lebih," jelas Bambang. (k34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lipi kemenristek Virus Corona
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top