Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

19 Desa di Kabupaten Cirebon Terancam Dilanda Kekeringan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyatakan, sebanyak 19 kecamatan di wilayah kabupaten tersebut kembali terancam mengalami bencana kekeringan kesulitan mendapatkan air bersih pada musim kemarau.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  16:40 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, CIREBON - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyatakan, sebanyak 19 kecamatan di wilayah kabupaten tersebut kembali terancam mengalami bencana kekeringan kesulitan mendapatkan air bersih pada musim kemarau.

19 kecamatan tersebut yaitu, Gebang, Greged, Gegesik, Gunung Jati, Kaliwedi, Klangenan, Talun, Tengah Tani‎, Suranenggala, Sedong, Panguragan, Beber, Mundu, Palimanan, Losari, Ciwaringin, Susukan, Karangwareng, dan Dukuhpuntang.

Dari 19 kecamatan yang terancam bencana kekeringan tersebut, berdampak ke 42 desa. Desa terbanyak yakni di Kecamatan Gununjati, yaitu Desa Babadan, Mayung, Sambeng, Pasindangan, Kalisapu, Astana, dan Grogol.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman, mengatakan, pada tahun lalu, bencana kekeringan berdampak kepada 38.133 kepala keluarga (KK) atau 127.953 jiwa.

Untuk menanggulangi kesulitan air bersih, kata Eman, BPBD Kabupaten Cirebon rutin mengirimkan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Pengiriman air bersih, biasanya dilakukan sesuai dengan permintaan masyarakat," kata Eman di Kabupaten Cirebon, Jumat (24/7/2020).

Warga di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengaku kembali terancam mengalami‎ kesulitan mendapatkan air bersih‎ untuk memenuhi berbagai kebutuhan pada musim kemarau tahun ini.

Suyanti (49), warga Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, menyebutkan, saat kemarau terjadi, warga kerap dilanda bencana kekurangan air bersih‎ dan kondisi tersebut terjadi sudah sejak lama.

"Sekarang sudah mulai kerasa berkurang air di sumur, karena sudah satu minggu lebih tidak turun hujan‎," kata Suyanti di Kabupaten Cirebon.

Saat sumur sudah dalam kondisi kering, kata Suyanti, warga di desa tersebut kerap memanfaatkan saluran irigasi untuk berbagai keperluan rumah tangga, di antaranya mencuci pakaian, alat rumah tangga, dan mandi.

Sedangkan untuk kebutuhan konsumsi, warga seringkali memanfaatkan bantuan air bersih dari pemerintah dan swasta atau pun membeli air kemasan galon isi ulang.

"Sudah lelah dengan kondisi ini, sumur bor rumah saya tuh sudah 20 meter lebih, tapi saat kemarau di sini sama sekali tidak ada air," katanya.‎ (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top