Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

‎Pemkab Ingin Permasalahan Kesulitan Air di Cirebon Dapat Segera Teratasi

Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap, permasalahan kesulitan air bersih saat kemarau dapat diatasi. Hal tersebut berakibat kepada masa tanam dalam satu tahun hanya dua kali.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  20:49 WIB
Saluran irigasi di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang sudah mulai mengalami penyusutan volume air?. - Bisnis/Hakim Baihaqi
Saluran irigasi di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang sudah mulai mengalami penyusutan volume air?. - Bisnis/Hakim Baihaqi

Bisnis.com, CIREBON- Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap, permasalahan kesulitan air bersih saat kemarau dapat diatasi. Hal tersebut berakibat kepada masa tanam dalam satu tahun hanya dua kali.

‎Kepala Dinas PUPR Kabupaten Cirebon, Sugeng Raharjo, mengatakan, masa tanam normal itu sebanyak tiga kali dalam satu tahun, sedangkan di Kabupaten Cirebon hanya bisa dilakukan sebanyak dua kali saja.

Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap adanya dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung untuk merealisasikan hal tersebut.

"Faktor utama masa tanam yaitu pengairan, kami berharap untuk bisa mendapatkan dukungan tersebut," kata Sugeng di Kabupaten Cirebon, Kamis (23/7/2020).

Ia menambahkan, bila air dari Waduk Jati Gede, Kabupaten Sumedang, dapat ditampung, hasil produksi pertanian di Kabupaten Cirebon dapat meningkat, karena kesulitan mendapatkan air bersih.
‎‎
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengatakan, Kabupaten Cirebon setiap tahunnya kerap mengalami masalah yang berkaitan dengan air dan terjadi tidak hanya pada kemarau, melainkan dimusim hujan.

"Di Kabupaten Cirebon ini, kalau kemarau kekurangan air, kalau hujan kebanjiran," kata Imron di Kabupaten Cirebon, Kamis (23/7/2020).

‎Petani di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Abdullah (46), mengatakan, setiap musim kemarau, ia bersama petani lainnya selalu berhenti melakukan aktivitas tanam padi lantaran pasokan air dari saluran irigasi atau embung selalu menyusut.

Ia pun menyebutkan, dalam satu tahun aktivitas tanam hanya dilakukan sebanyak dua kali, yakni pada periode awal tahun dan akhir tahun.

"Kalau normalnya itu satu tahun tiga kali, di sini tidak bisa," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top