Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Robot Biru, Platform Market Place Buatan Anak Negeri Penopang Koperasi Saat Pandemi

Banyak upaya yang dilakukan pemerintah, pengusaha hingga komunitas untuk menata ulang kekuatan sektor ril agar menjadi pondasi utama dalam recovery ekonomi dalam negeri.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  12:01 WIB
Kolaborasi yang dilakukan antara Koperasi Samudra Biru, Indek Foundation dan Warung Usaha Rakyat yang diintegrasikan melalui aplikasi Robot Biru. - Bisnis/Dea Andriyawan
Kolaborasi yang dilakukan antara Koperasi Samudra Biru, Indek Foundation dan Warung Usaha Rakyat yang diintegrasikan melalui aplikasi Robot Biru. - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG -- Dampak Pandemi Covid-19 menginfeksi berbagai sektor di Indonesia. Sektor yang paling merasakan dampaknya yakni sektor informal dimana usaha menengah kebawah seakan di restart hingga banyak yang tidak bisa bertahan.

Banyak upaya yang dilakukan pemerintah, pengusaha hingga komunitas untuk menata ulang kekuatan sektor ril agar menjadi pondasi utama dalam recovery ekonomi dalam negeri.

Salah satunya adalah kolaborasi yang dilakukan antara Koperasi Samudra Biru, Indek Foundation dan Warung Usaha Rakyat yang diintegrasikan melalui aplikasi Robot Biru.

CEO Edumatic Internasional, Hairul Anas Suaidi menjelaskan platform Robot Biru ini bisa menjadi jembatan bagi koperasi, yayasan hingga komunitas untuk mendapatkan keuntungan dari setiap transaksi keuangan, seperti membeli pulsa, token listrik, tiket pesawat, tiket kereta hingga PPOB.

Selain itu, dalam aplikasi Robot Biru ini, juga akan mengakomodasi usaha kecil menengah melalui Warung Usaha Rakyat. Artinya, platform ini akan dikembangkan menjadi market place yang bisa menjajakan produk usaha mikro tanpa ada pungutan biaya.

"Nanti penyedia ritel itu akan bisa mengecek pendapatan secara terbuka," kata dia, di Bandung, Kamis (16/7/2020).

Pria lulusan ITB yang pernah membuat terobosan membuat Robot Pemantau KPU pada Pilpres 2019 ini merinci yang membedakan platform Robot Biru dengan platform serupa lainnya adalah adanya keterbukaan penghasilan secara real time. Sehingga, anggota bisa mengetahui capaian pendapatan dari setiap transaksi yang terjadi.

Bahkan, dalam keuntungan setiap transaksinya, akan dibagi‎ menjadi tiga, yakni 80 persen dari margin harga modal dan harga jual akan didapatkan oleh penjual, 20 persennya akan dibagi dua, yakni masuk pada komunitas, yayasan atau koperasi yang menaunginya dan sisanya masuk pada Robot Biru.

"Cara pembagiannya, 80 persen untuk pelaku usaha, sedangkan ‎20 persen dibagi kepada jaringan penjual, ritel atau komunitas, dan terakhir untuk Robot Biru, itu kecil," kata dia.

Selain itu, dari setiap transaksi tersebut, akan otomatis terpotong 2,5 persen untuk zakat yang nantinya akan disalurkan secara terbuka.

Menurutnya, platform ini bisa menjadi solusi untuk membangkitkan ekonomi nasional yang diawali melalui koperasi, yayasan hingga komunitas ‎di tengah Pandemi Covid-19.

"Sekarang orang beli pulsa sebulan sekali, beli token listrik, bayar PPOB, di kali dengan jumlah anggota koperasi, maka itu akan menjadi penghasilan bagi koperasi tersebut," ungkap dia.

Terlebih, ia menilai, koperasi merupakan watak ekonomi yang benar di Indonesia. Sehinga, dengan demikian, akan berimplikasi langsung pada usaha ril di masyarakat menengah ke bawah.

Menurutnya, Robot Biru kali ini adalah versi 1.0 yang akan terus dimutakhirkan hingga platform tersebut menjadi "palugada" yang bisa mewadahi usaha masyarakat dari mulai usaha ojek online, kurir pengiriman, market place hingga menjadi platform pembayaran yang akan memberikan keuntungan lebih besar dalam setiap transaksinya kepada anggotanya.

"Nanti ada 2.0, 3.0 hingga 5.0 yang akan dilengkapi dengan fitur-fitur tambahan," jelasnya.

Ke depan, ia menargetkan keanggotaan hingga 5 juta orang di Jawa Barat. Terlebih Jawa Barat bagi dia menjadi profil paling komplit baik dari segi agrobisnis, kuliner dan banyak lagi.

"Kita akan kolabirasi dengan yayasan besar, seperti Daarut Tauhid dan yayasan besar lainnya," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Warung Usaha Rakyat, Haris Yuliana menyebut, platform ini bisa menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi yang terkena hantaman Pandemi Covid-19.

"Minimal untuk komunitas kami, bisa menjadi solusi," jelasnya.

Ia berharap platform ini mampu mewadahi dan kembali membuat pondasi recovery ekonomi masyarakat di tingkat terbawah.

"Semua sekarang sedang mengupayakan recovery ekonomi, nah kita mulai dari sini, dari optimalisasi koperasi, yayasan dan komunitas dengan modal usaha kebangsaan," jelasnya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

koperasi
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top