Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Angka Perceraian di Kabupaten Sumedang Meningkat

Angka pendaftaran permintaan perceraian suami istri di Kabupaten Sumedang naik signfikan setelah dibukanya kembali pendaftaran perkara perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Sumedang.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  14:41 WIB
Ilustrasi perceraian - Istimewa
Ilustrasi perceraian - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG – Di tengah Pandemi Covid-19, angka penceraian di Kabupaten Sumedang melonjak drastis.

Angka pendaftaran permintaan perceraian suami istri di Kabupaten Sumedang naik signfikan setelah dibukanya kembali pendaftaran perkara perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Sumedang.

Pihak Pengadilan Agama Kabupaten Sumendag sempat menutup pendaftaran perceraian selama 3 bulan akibat pandemi Covid-19. Pengadilan baru membuka kembali pendaftaran perkara pada 4 Juni 2020. Alhasil, terjadi lonjakan yang signifikan.

Humas Pengadilan Agama Kabupaten Sumedang Nuryadi Siswanto berpendapat bahwa meningkatknya pendaftaran perceraian disebabkan oleh tekanan ekonomi. Rata-rata usia pengaju perceraian berkisar 20-40 tahun.

Dia menjelaskan sebelum pandemi Covid-19 pihaknya dalam sehari bisa melaksanakan persidangan sebanyak 40 perkara. Saat pandemi persidangan dibatasi hingga 50 persen saja.

Selama masa pendemi ini pelaksanaan proses persidangan cerai menerapkan protokol kesehatan secata ketat, seperti mengurangi jumlah saksi yang hadir di persidangan.

Adapun total pendaftaran perceraian pasangan suami istri di Sumedang hingga saat ini mencapai 2.294 perkara.

"Begitu di buka lagi (pendaftaran) setiap harinya (yang mengajukan perceraian) mencapai ratusan pendaftar," kata Nuryadi dilansir dari situs resmi Pemkab Sumedang, Senin (67).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumedang
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top