Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Jabar Tak Diperpanjang, Warga Kuningan Kembali Pad‎ati Kawasan Perkotaan

Aktivitas warga di kawasan perkotaan Kabupaten Kuningan, kembali normal seperti biasa setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kota/kabupaten.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  11:05 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, CIREBON - Aktivitas warga di kawasan perkotaan Kabupaten Kuningan, kembali normal seperti biasa setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kota/kabupaten.

Pantauan Bisnis.com, Minggu (28/6/2020) di kawasan Stadion Mashud Wisnusaputra dan Taman Pandapa Paramartha, Kabupaten Kuningan, ratusan warga terpantau melakukan aktivitas kebugaran di kawasan tersebut.

Sejumlah warga pun tampak mengenakan masker penutup hidung dan mulut saat melakukan aktivitas kebugaran, meskipun sebagian kecilnya masih mengabaikan protokol kesehatan berupa physical distancing.

Di kedua kawasan tersebut pun, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) kembali berjualan seperti biasa, beberapa PKL pun menyediakan kursi serta meja untuk warga makan di tempat.

Warga Kabupaten Kuningan, Ida Farida (39), mengatakan, meskipun aktivitas di kedua tempat tersebut kembali berjalan, jumlah warga yang berdatangan pun lebih sedikit dari biasanya.

"Sepertinya sepi karena belum ada CFD, saya kesini juga cuma mau olahraga saja. Ke sini juga saya bawa hand sanitizer untuk jaga-jaga," kata Ida di Kabupaten Kuningan, Minggu (28/6/2020).

Sementara, seorang PKL di sekitar Taman Pandapa Paramartha, Jamaludin (52), mengatakan, kalau ia baru kembali berjualan setelah lebih dari tiga bulan berdiam diri di rumah karena adanya PSBB.

Akibat adanya pelarangan berjualan selama masa PSBB, Jamaludin mengaku kehilangan pendapatan dan terpaksa menjual sejumlah aset miliknya untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

"Saya tidak dapat bantuan sama sekali dari pemerintah, terpaksa jual motor dan perabotan rumah lainnya," katanya.

Diberitakan Bisnis.com sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, tidak memperpanjang PSBB karena angka reproduksi Covid-19 di Jawa Barat sudah di bawah angka 1 dalam enam minggu terakhir.

Dalam standar World Health Organization (WHO), angka satu itu bisa dianggap terkendali. Lalu, tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 berada di angka 27 persen.

“Seluruh Jawa Barat hari ini tidak ada lagi PSBB, sudah diputuskan kita semuanya 100 persen melakukan AKB (adaptasi kebiasaan baru),” katanya di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (26/6/2020).

Meskipun PSBB dihentikan, Ridwan Kamil menegaskan dalam masa AKB tidak membuat kewaspadaan menurun. Pengawasan lebih ketat akan diprioritaskan di tingkat desa atau kelurahan.

Pemerintah kota kabupaten pun bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada, termasuk jika kembali mengajukan penerapan PSBB di wilayahnya.

“Khusus untuk wilayah Bodebek, PSBB tetap merujuk pada kebijakan DKI Jakarta yang masih berlaku hingga 2 Juli 2020,” kata Ridwan Kamil. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuningan
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top