Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Stok Darah di PMI Sumedang Menipis

Palang Merah Indonesia (PMI) Sumedang menyatakan bahwa persediaan darah makin menipis sejak wabah Covid-19 berada di Tanah Air.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  20:17 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG – Palang Merah Indonesia (PMI) Sumedang menyatakan bahwa persediaan darah makin menipis sejak wabah Covid-19 berada di Tanah Air.

Humas PMI Sumedang, Ipan Permana mengatakan bahwa menipisnya stok darah di PMI disebabkan oleh tidak adanya mobilitas mobil unit karena pembatasan sosial berskala besar.

Mobil unit biasa digunakan untuk menggelar aktivitas donor darah. Namun sejak Maret lalu, aktivitas tersebut ditiadakan karena adanya program pembatasan kegitatan sosial akibat wabah virus corona. Masyarakat dilarang untuk berkerumun, begitu pun dengan pendonor darah.

"Sudah 3 bulan terakhir stok darah di PMI Sumedang ini krisis, sejak pandemi korona. Pengaruh paling besar dikarenakan tidak adanya kegiatan mobile unit," kata Ipan dilansir dari situs resmi Pemkab Sumedang, Kamis (4/6/2020).

Ipan menjelaskan jumlah stok darah yang tersedia di PMI Sumedang saat ini hanya 120 labu. Adapun kebutuhan darah untuk satu rumah sakit sekitar 40 labu per harinya.

Dia menjelaskan untuk menjaga stok darah agar tidak kosong, keluarga pasien yang membutuhkan darah wajib membawa donor pengganti.

"Dari 120 labu itu 60 persennya sudah bernama, yang 40 persennya stok under. Oleh karena itu untuk keluarga pasien yang akan mengambil darah kami wajibkan membawa donor pengganti, agar stok persediaan di sini terjaga," ujarnya.

Sekedar catatan, berdasarkan hasil levelling kabupaten/kota oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Sumedang bersama dengan 14 kabupaten/kota lain di Jawa Barat masuk ke dalam Zona Biru, yang artinya Kabupaten Sumedang bisa melakukan New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru.

Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Sumedang dimulai pada hari Selasa tanggal 2 Juni 2020, dimana di dalam pelaksanaan AKB termasuk pula adaptasi kegiatan ekonomi yang akan dilaksanakan secara bertahap dan dibarengi dengan peningkatan kewaspadaan individu di ruang publik.

AKB di sektor keagamaan diutamakan di tempat-tempat Ibadah di lingkungan perumahan atau kawasan kecil lainnya dengan standar protokol Covid-19, dan pengurus rumah ibadah wajib menyiapkan petugas untuk pengawasan penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumedang
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top