Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

15 Daerah di Jabar New Normal, Kapan Sekolah Dimulai?

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan sekolah akan dimulai sebagai tahap akhir adaptasi kebiasaan baru.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 31 Mei 2020  |  13:27 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan video conference bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan bupati/wali kota Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Bodetabek) serta Sekretaris Daerah Banten yang diikuti Gubernur Jabar Ridwan Kamil dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (8/5 - 2020) malam.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan video conference bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan bupati/wali kota Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Bodetabek) serta Sekretaris Daerah Banten yang diikuti Gubernur Jabar Ridwan Kamil dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (8/5 - 2020) malam.

Bisnis.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan siswa belum akan kembali ke sekolah dalam waktu dekat untuk menyelenggarakan kegiatan belajar meski 15 wilayah di Jawa Barat telah masuk fase memberlakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal mulai Senin (1/6/2020) besok.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan keputusan sekolah dimulai di dalam kelas akan dilakukan setelah diperoleh cukup data dan keyakinan penyebaran virus dapat terus ditekan.

“Khusus untuk sekolah belum boleh [buka] sama sekali. Walaupun sudah zona biru. Kami akan meneliti lebih mendalam,” katanya di Bandung, Minggu (31/5/2020).

Keputusan sekolah dibuka akan dikaji sangat matang mengingat jumlah siswa di wilayah ini mencapai jutaan jiwa. Pemerintah akan mengutamakan keselamatan para siswa selama pandemi Covid-19 masih ada.

“Ini anak-anak harus paling utama kita [pikirkan] keselamatannya. Jadi dari pentahapan AKB ini, sekolah mungkin yang terakhir [dibuka],” tuturnya.

Ridwal memastikan jika seluruh index kewaspadaan Covid-19 menyatakan situasi sudah aman dan tidak ada lagi ancaman penyebaran maka pihaknya akan membahas untuk kembali membuka aktifitas sekolah. Selama belum ada keputusan, pihaknya menetapkan aktifitas belajar dilakukan secara online di rumah.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dewi Sartika, mengatakan pihaknya juga masih tergantung pada Kementerian Pendidikan Nasional yang saat ini masih menunggu keputusan Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19.

“Pak Menteri Nadiem ancar – ancar semester awal harus mulai di bulan Juli,  tapi  pertama kali masuk sekolahnya di tanggal berapa harus nunggu informasi Satgas Covid-19 Pusat,” ujar Dewi.

Meski begitu, Disdik Jabar menyiapkan adaptasi protokol kesehatan di sekolah terutama SMA/SMK/ SLB kabupaten/kota yang menjadi urusan Pemda Provinsi Jabar. Protokol kesehatan ini akan menjadi pedoman bagi guru, siswa, dan orang tua agar tidak tertular virus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekolah ridwan kamil Virus Corona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top