Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ridwan Kamil: Intensitas Lalu Lintas Menurun Drastis saat PSBB Bandung Raya

Hari pertama PSBB di Bandung Raya membuat Ridwan Kami cukup puas. Dia pun mengimbau aparat setempat terus mengecek dua hal, yakni protokol kesehatan dan niat berkegiatan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 April 2020  |  02:24 WIB
Gubernur Jawa Barat. - Bisnis/Wisnu Wage Pamungkas
Gubernur Jawa Barat. - Bisnis/Wisnu Wage Pamungkas

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil mengatakan berdasarkan hasil peninjauan di titik-titik tertentu, intensitas lalu lintas menurun drastis saat hari pertama pelaksanaan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Bandung Raya, Rabu (22/4/2020).

"Laporannya, jumlah pengguna lalu lintas menurun drastis. Kami monitor di Jabodetabek selang berapa hari itu kembali (ramai) lagi, makanya kita harus konsisten,” ujar Kang Emil melakukan peninjauan titik-titik pengamatan di lima daerah Bandung Raya pada hari pertama PSBB.

Kelima titik tersebut gerbang tol Pasteur Kota Bandung, Jalan Amir Mahmud Kota Cimahi, gerbang tol Padalarang Kabupaten Bandung Barat, terowongan tol Kopo Kabupaten Bandung, dan perbatasan Bandung-Jatinangor Kabupaten Sumedang.

Kang Emil mengusulkan, untuk menghindari kelonggaran disiplin, kepala daerah dan kapolres memberlakukan pembagian jam kerja.

“Saya titip juga Pak Bupati, Pak Kapolres, (penjagaan checkpoint) jangan hanya siang. Justru banyak laporan kalau di Jabodetabek itu malam jadi ramai lagi, jadi mungkin dibikin shift saja,” katanya.

Selain itu, dia juga mengimbau aparat setempat terus mengecek dua hal, yakni protokol kesehatan dan niat berkegiatan. Protokol kesehatan, kata Kang Emil, mengharuskan masyarakat yang keluar rumah untuk memakai masker dan menjaga jarak aman dalam kendaraan.

Sedangkan niat berkegiatan, Kang Emil menyebutkan sudah diatur delapan sektor yang dikecualikan pada PSBB yakni kesehatan, pangan, logistik, penyedia kebutuhan retail, komunikasi, energi, keuangan dan perbankan, serta industri strategis.

Menurut dia, tujuan PSBB Bandung Raya ini adalah menurunkan tren penyebaran Covid-19. Berdasarkan tes masif sebanyak 0,6 persen dari jumlah penduduk daerah PSBB, akan diketahui lokasi penyebaran virus yang harus dilokalisasi.

Sedangkan kedisiplinan masyarakat pada aturan PSBB akan meminimalisasi pergerakan yang berisiko. Hal inilah yang dinilai Kang Emil sebagai tolok ukur keberhasilan PSBB.

“Di akhir 14 hari (PSBB), tes masif menemukan lokasi virus untuk dilokalisasi, disiplin tidak ada lagi pergerakan. Nah, harusnya keberhasilan itu bisa diukur, maka setelah 14 hari PSBB bisa lebih rileks. Tapi kalau PSBB tanpa tes masif, nanti kita gak punya ukuran apa keberhasilannya,” ujar Kang Emil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ridwan kamil Virus Corona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Sumber : Antara

Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top