Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SBM ITB Dipercaya Jadi Pusat Riset Investasi Syariah

Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung dipercaya menjadi pusat riset investasi syariah setelah menandatangani nota kesepahaman dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).
Novianti
Novianti - Bisnis.com 20 April 2020  |  16:56 WIB
SBM ITB Dipercaya Jadi Pusat Riset Investasi Syariah
Dekan SBM ITB, Kaderi Wiryono
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG – Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung dipercaya menjadi pusat riset investasi syariah setelah menandatangani nota kesepahaman dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Dekan SBM ITB, Kaderi Wiryono mengatakan tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk menyediakan gambaran perkembangan penelitian dalam bidang investasi syariah kepada publik. Hasilnya, bisa digunakan oleh para pemangku kepentingan.

“Kami ingin meningkatkan kuantitas dan kualitas riset ekonomi dan keuangan syariah,” ujar Kaderi, Senin (20/4/2020) melalui keterangan resminya.

Direktur Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat memaparkan potensi ekonomi syariah di dunia cukup besar. Pada tahun 2018, total pengeluaran penduduk Muslim di dunia mencapai US$2,2 triliun. Jumlah tersebut terus meningkat setiap tahunnya.

Setidaknya, ada lima bidang yang berkontribusi terhadap jumlah tersebut antara lain US$1,369 miliar untuk makanan halal, USD283 miliar untuk modest fashion, US$220 miliar untuk media dan recreation, US$189 miliar untuk Muslim-friendly travel dan US$156 miliar untuk farmasi dan kosmetik.

“Angka tersebut belum termasuk keuangan syariah. Jumlah Islamic Finance Assets di dunia mencapai Rp2,5 triliun,” ujar Emir dalam Guest Lecture-Financial Management Class melalui Webex Meeting.

Dengan jumlah penduduk Muslim di dunia yang mencapai 1,8 miliar atau 24 persen dari penduduk dunia, pihaknya memperkirakan jumlah belanja di tahun 2024 bisa mencapai US$3,2 triliun.

Lalu bagaimana posisi Indonesia? Emir mengatakan, dari beberapa riset, kondisi ekonomi syariah Indonesia terbilang melesat. Dia mencontohkan, Indonesia naik dari peringkat 2 ke peringkat 1 untuk Global Muslim Travel Index 2019 versi Crescent Rating dan Master Card.

Kemudian, Cambridge Institute of Islamic Finance menobatkan Indonesia di peringkat pertama untuk Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019. Indonesia pun menjadi negara eksportir keempat untuk produk halal ke negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Belum lagi potensi di bidang Sumber Daya Manusia (SDM), pendidikan, dan lainnya. Potensi tersebut, masih bisa digenjot. Salah satu caranya dengan pengembangan literasi gaya hidup halal, pengembangan SDM dan industri halal itu sendiri.

“Kami berharap, adanya kolaborasi ini bisa mempercepat pengembangan instrumen investasi keuangan syariah. Untuk mendukung kerja sama ini, SBM ITB telah membentuk CIBF (Center for Islamic Business and Finance), dimana ruang lingkupnya meliputi bisnis Islami dan keuangan Islami,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

itb
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top