Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Bergejala, tak Perlu Paksakan Ikut Rapid Test COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita mengimbau warga agar tak perlu panik menyikapi pandemi virus corona.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  19:43 WIB
Rapid test di Kota Bandung - Istimewa
Rapid test di Kota Bandung - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG -- Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita mengimbau warga agar tak perlu panik menyikapi pandemi virus corona.

Kendati telah ditemukan kasus positif, bukan berarti semua orang harus mengikuti tes cepat yang dilaksanakan pemerintah.

Rita mengatakan, pihaknya melakukan klasterisasi kepada warga yang perlu dan tidak perlu dites. Ia memprioritaskan tenaga kesehatan dan Orang dalam Pemantauan (ODP) untuk dites lebih dulu. Selain itu, orang-orang yang pernah berkontak dengan pasien positif COVID-19 juga akan diprioritaskan.

“Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Bandung, prioritas tes itu kepada tenaga kesehatan untuk melindungi mereka. Lalu ODP dan orang-orang yang berkontak atau berinteraksi dengan pasien positif COVID-19,” jelas Rita, Jumat (27/3/2020).

Rita menegaskan, di luar kelompok tersebut tidak perlu dites. Hal tersebut merespons banyaknya permintaan tes dari masyarakat yang sehat dan tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien positif.

Bagi orang yang tidak bergejala, ia hanya perlu menjaga agar tubuhnya tetap sehat dengan menjaga kekebalan tubuh dengan gizi seimbang dan hidup bersih.

“Kalau tidak bergejala tidak usah dites. Selain karena alat tesnya terbatas, kita juga perlu mengutamakan tenaga kesehatan yang akan berjuang di lini depan. Mohon semua orang bisa mengerti,” imbaunya.

Saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung baru menerima 1.000 alat tes dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sedangkan 1.763 lainnya akan dikirim kemudian. Dinkes juga telah mendistribusikan alat-alat tes itu ke puskesmas-puskesmas yang di lingkungannya terdapat ODP.

“Nanti teknisnya kami serahkan ke tiap-tiap puskesmas. Boleh petugas kesehatan yang door to door ke ODP, atau merekanya diundang ke puskesmas dengan tetap mempertimbangkan keamanan. Silakan saja. Tapi petugas kesehatannya yang lebih dulu dites,” bebernya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top