Anggaran Proyek Situ Rp396 Miliar di APBD Jabar Diusulkan Digeser untuk Corona

Anggota DPRD Provisi Jawa Barat Daddy Rohanady mengusulkan revisi terbatas pada APBD Provinsi Jabar terkait upaya pemerintah turut melakukan pencegahan virus corona.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  12:57 WIB
Anggaran Proyek Situ Rp396 Miliar di APBD Jabar Diusulkan Digeser untuk Corona
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com,BANDUNG--Anggota DPRD Provisi Jawa Barat Daddy Rohanady mengusulkan revisi terbatas pada APBD Provinsi Jabar terkait upaya pemerintah turut melakukan pencegahan virus corona.

Daddy mengatakan pihaknya mengusulkan pengurangan secara khusus anggaran penanganan situ yang mencapai Rp 396 miliar pada APBD murni 2020.

"Anggaran sebesar itu dialokasikan untuk memperbaiki situ-situ dan penataan taman di tepi Kalimalang. [Awalnya] Itu dilakukan dengan asumsi akan menambah wisatawan ke Jabar," papar Daddy, Senin (23/3/2020).

Menurutnya saat direncanakan masuk dalam anggaran penataan objek daya tarik wisata (ODTW) memang sangat bermanfaat guna menarik wisatawan. Namun, sejauh mana manfaatnya dalam situasi di mana wabah corona merajalela.

"Apakah alokasi anggaran untuk penataan ODTW masih relevan di tengah kondisi seperti ini? Bagaimana mungkin kita masih berharap ada peningkatan jumlah wisatawan datang ke Jabar? Wisatawan lokal saja tak diizinkan, apalagi dari luar daerah dan luar negeri?" tegas Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar tersebut.

Pergeseran sangat dimungkinkan mengingat anggaran dalam APBD Jabar untuk tahun anggaran 2020 memang belum sepenuhnya berjalan. Menurutnya pergeseran mutlak mengingat di dalam APBD murni 2020 hanya ada Rp25 miliar untuk dana 'on call'. Padahal, Jabar sudah ditimpa bencana banjir dan longsor parah sejak awal tahun ini.

Jadi, menurut Daddy bisa dipastikan anggaran penanggulangan bencana tersebut tidak akan mampu membendung merebaknya COVID-19 di Jabar. Maka, tidak aneh kalau lantas banyak pihak mempertanyakan langkah-langkah yang ditempuh Pemprov Jabar untuk mencegah parahnya Jabar.

"Dana on call yang hanya Rp 25 miliar pasti tidak akan cukup untuk membendung merebaknya COVID-19. Tidak aneh kalau kemudian Jabar menjadi zona merah. Ini butuh penanganan segera. Mengingat kondisi tersebut, saya mengusulkan agar nantinya Gubernur Ridwan Kamil dan Badan Anggaran menyepakati pergeseran anggaran tersebut. Ini demi kemaslahatan masyarakat Jawa Barat," pungkas Daddy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemprov jabar

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top