27 Daerah di Jabar dapat Jatah Terbatas Proaktif Tes ODP Corona

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menekankan bahwa proaktif tes kepada Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona sangat penting.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  11:45 WIB
27 Daerah di Jabar dapat Jatah Terbatas Proaktif Tes ODP Corona
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com,BANDUNG--Gubernur Jabar Ridwan Kamil menekankan bahwa proaktif tes kepada Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona sangat penting.

Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan kuota terbatas bagi setiap kabupaten/kota supaya warganya yang berstatus ODP melakukan proaktif tes di UPTD Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jabar.

“Proaktif tes kita itu dilakukan kepada yang mayoritas ODP (Orang Dalam Pemantauan) yang datang dari luar negeri dari negara yang dicurigai terpaparnya lebih banyak. Dan memang secara statistik semakin mendekati, kita akan memberikan prioritas bantuan kepada daerah-daerah yang mendekati kota Jakarta, seperti Depok,” kata Kang Emil, Selasa (17/3/2020).

“Proses proaktif tes ini sudah makin intensif kita lakukan untuk memperluas jaringan informasi dan situasi yang kita harapkan bisa hadir dengan informasi yang sejelas-jelasnya,” imbuhnya.

Kang Emil mengatakan, proaktif tes dapat dilakukan secara bertahap. Artinya, tidak semua masyarakat bisa melakukan proaktif tes dalam waktu berdekatan. “Jadi, proaktif tes ini dilakukan secara bertahap. Tahap pertama untuk para ODP dan PDP yang mengantre terlalu lama di Jakarta,” ucapnya.

“Kalau itu sudah selesai dan test kit juga semakin banyak, maka masuklah kepada tahap dua, yaitu mereka-mereka yang merasa tidak nyaman, tapi tetap dalam kendali keputusannya dari pemerintah. Tidak bisa versi dari masyarakat saja, karena kalau versi masyarakat semua ingin tes juga kapasitasnya tidak memungkinkan, kita penduduk hampir 50 juta,” tambahnya.

Menurut Kang Emil, upaya proaktif tes yang digagas Pemda Provinsi Jabar pun mendapat apresiasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Kita juga sudah konsultasi ke Pak Doni Monardo (Kepala BNPB), yang juga mengapresiasi proaktif tes itu, sehingga juga akan membantu sesuai kewenangannya [test kit] yang lebih banyak,” katanya.

“Saya juga sudah konsultasi juga tadi malam dengan Menteri Dalam Negeri, Pak Tito Karnavian yang mengapresiasi Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar) Jabar ini. Beliau akan mengirimkan tim sebagai studi banding agar provinsi-provinsi lain yang datanya masih blank, itu bisa mengikuti apa yang dilakukan di Jawa Barat,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top