1.993 Warga Kabupaten Cirebon Mengidap AIDS

Jumlah pengidap acquired immune deficiency syndrome (AIDS) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat hingga akhir 2019 mencapai 1.993 orang. Angka tersebut menyebar di 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  17:59 WIB
1.993 Warga Kabupaten Cirebon Mengidap AIDS
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, CIREBON - Jumlah pengidap acquired immune deficiency syndrome (AIDS) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat hingga akhir 2019 mencapai 1.993 orang. Angka tersebut menyebar di 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengatakan, jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2018, yakni 1.812 orang.

"Meningkat lebih dari 100 orang. Penyakit tersebut menimpa masyarakat yang berada diusia produktif," kata Enny Suhaeni di Kabupaten Cirebon, Jumat (21/2/2020).

Penyebab jumlah pengidap AIDS di Kabupaten Cirebon mengalami peningkatan, lantaran masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahaya penyakit menular tersebut.

Selain itu, faktor lain penularan penyakit tersebut adalah sering melakukan aktivitas atau pun kegiatan yang memunculkan AIDS, di salah satunya seks bebas dan penggunaan jarum suntik bersamaan.

Enny mengatakan, 70 persen dari total seluruh pengidap AIDS di Kabupaten Cirebon adalah laki-laki. "Paling banyak menimpa laki-laki yang melakukan hubungan sesama jenis, sisanya perempuan," katanya.

Upaya menekan jumlah pengidap AIDS, Dinkes Kabupaten Cirebon menggandeng sejumlah komunitas untuk mengedukasi terkait bahaya penyakit AIDS dan penularannya kepada manusia. Kemudian, sosialisasi di sejumlah tempat hiburan malam.

Enny menuturkan, pemerintah daerah telah menyediakan layanan kesehatan untuk pengidap AIDS di Kabupaten Cirebon sebanyak 49 tempat. Tempat tersebut berada di puskesmas, lembaga pemasyarakatan, atau rumah sakit.

"Tahun ini kami mendorong seluruh puskesmas di Kabupaten Cirebon memberikan pelayanan bagi pengidap AIDS," katanya.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, meminta tidak mendiskriminasi orang dalam HIV/AIDS (ODHA). Sebaliknya, masyarakat harus memberikan dukungan kepada pengidap penyakit tersebut.

"Kalau mereka dirangkul akan punya semangat untuk sembuh. Harus dijauhi penyakitnya, bukan orangnya," kata Imron. (K45).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cirebon

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top