Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RSUD Slamet Garut Jadi Rujukan Penanganan Corona di Priangan Timur

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut telah ditunjuk Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien yang terjangkit virus corona di wilayah Priangan Timur, yakni wilayah Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Januari 2020  |  21:10 WIB
Ilustrasi. Seorang petugas medis menangani pasien yang terduga terkena virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). - Antara
Ilustrasi. Seorang petugas medis menangani pasien yang terduga terkena virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). - Antara

Bisnis.com, GARUT - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut telah ditunjuk Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien yang terjangkit virus corona di wilayah Priangan Timur, yakni wilayah Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.

"RSUD dr Slamet ditunjuk jadi rumah sakit rujukan jika ada kasus corona untuk wilayah Priangan Timur," kata Kepala Seksie Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surahman kepada wartawan di Garut, Selasa (28/1/2020).

Ia menjelaskan Dinkes Garut telah mendapatkan informasi tentang ancaman penyebaran virus corona tersebut. Untuk itu langsung melakukan antisipasi dan akan menyiapkan ruangan khusus penanganan pasien terjangkit virus tersebut di RSUD Slamet Garut.

Ruangan khusus itu, kata dia, sebagai antisipasi Pemkab Garut terhadap ancaman serangan virus, sehingga warga tidak perlu khawatir atau panik selama menerapkan pola hidup sehat dan bertindak cepat dalam penanganannya.

"Kami sudah siap sedia untuk mengantisipasi virus corona, namun sampai saat ini belum ada laporan kasus corona di Garut," katanya.

Meski belum ditemukan kasus virus corona di Garut, kata dia, jajarannya terus memantau di lapangan dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya dan pencegahan virus corona.

"Hidup bersih, dan selalu cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker salah satu upaya pencegahannya," katanya.

Ia menambahkan, pencegahan lainnya yakni larangan mengonsumsi makanan jenis kelelawar dan ular, karena binatang tersebut terindikasi penyebab penyebaran virus tersebut ke manusia.

"Kewaspadaan perlu ditingkatkan, jika mengalami batuk berdahak, demam bisa segera periksa ke dokter," demikian Asep Surahman.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona

Sumber : Antara

Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top