Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ratusan Siswa di Bandung Tak Sekolah Khawatir Tertular Hepatitis

Kabar mengenai penularan Hepatitis A di Sekolah Dasar Percobaan Negeri (SDPN) 252 Setiabudi, Kota Bandung, membuat sebagian siswa tidak masuk sekolah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Desember 2019  |  10:17 WIB
Pasien yang terjangkit Hepatitis A dirawat di RSUD Depok, Jawa Barat, Kamis (5/12/2019). Kementerian kesehatan (Kemenkes) menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A di Kota Depok yang hingga 3 Desember 2019 sudah terjadi 262 kasus dan 171 diantaranya positif Hepatitis A. - Antara/Asprilla Dwi Adha
Pasien yang terjangkit Hepatitis A dirawat di RSUD Depok, Jawa Barat, Kamis (5/12/2019). Kementerian kesehatan (Kemenkes) menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A di Kota Depok yang hingga 3 Desember 2019 sudah terjadi 262 kasus dan 171 diantaranya positif Hepatitis A. - Antara/Asprilla Dwi Adha

Bisnis.com, BANDUNG - Kabar mengenai penularan Hepatitis A di Sekolah Dasar Percobaan Negeri (SDPN) 252 Setiabudi, Kota Bandung, membuat sebagian siswa tidak masuk sekolah karena khawatir tertular virus yang menyebabkan peradangan hati tersebut.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SDPN 252 Setiabudi, Suparman, mengatakan bahwa para orang tua siswa khawatir anak mereka tertular virus Hepatitis A setelah melihat data 54 siswa sakit yang beredar di grup-grup percakapan WhatsApp.

"Yang namanya orang tua mungkin khawatir anaknya sakit. Padahal enggak semua anak di dalam data itu sakit Hepatitis, memang ada beberapa yang terjangkit berdasarkan visum puskesmas," kata Suparman di SDPN 252 Setiabudi, Jalan Sarirasa, Kota Bandung, Rabu (11/12/2019).

Ia mengatakan, data mengenai siswa yang sakit pada Senin (9/12) merupakan data umum yang tidak mencakup keterangan spesifik mengenai jenis gangguan atau penyakit yang diderita.

"Jadi yang sakit apapun ikut ditulis di situ, sakit demam, sakit flu, dan yang lainnya. Akibatnya datanya mencampur," kata dia.

Data tersebut beredar di grup WhatsApp orang tua siswa dan menimbulkan kekhawatiran. Akibatnya, menurut Suparman, separuh lebih dari total 550 siswa SDPN 252 Setiabudi tidak masuk sekolah pada Selasa (10/12).

Namun sekolah tetap menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar.

"Sekolah tidak berwenang tiba-tiba mengubah hari jadi libur," kata Suparman, menambahkan bahwa pada Selasa (10/12) yang sekolah hanya anak-anak yang ikut ulangan susulan.

Kejadian itu membuat Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan pengecekan ke SDPN 252 Setiabudi untuk mengetahui apakah memang ada penularan Hepatitis A di kalangan murid sekolah tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hepatitis

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top