Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Program OPOP Mulai Berbuah, 5 Koperasi Pesantren Berangkat Pameran ke Turki

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jabar memberangkatkan perwakilan lima koperasi pondok pesantren yang tergabung dalam program One Pesantren One Product (OPOP) ke Istanbul, Turki.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 28 November 2019  |  10:07 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com,BANDUNG--Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jabar memberangkatkan perwakilan lima koperasi pondok pesantren yang tergabung dalam program One Pesantren One Product (OPOP) ke Istanbul, Turki.

Lima koperasi pesantren tersebut, yakni Darut Tauhid Kota Bandung, Al-Ittifaq Kabupaten Bandung, Al-Ashriyyah Kabupaten Bogor, Al-Idrisiyyah Kabupaten Tasikmalaya, dan Husnul Khotimah Kabupaten Kuningan, sudah memiliki produk unggulan yang mampu bersaing di pasaran. Kelima ponpes itu juga menjadi contoh atau role model bagi 1.074 ponpes yang ikut dalam OPOP.

Di Turki, kelima ponpes tersebut akan mengikuti 7th OIC Halal Expo dan 5th World Halal Summit 2019. Dalam dua event tersebut, mereka bakal memamerkan produk unggulan, memperluas pasar, diskusi, dan bertukar ide terkait kemandirian ekonomi ponpes maupun sertifikasi halal.

Kepala UPTD P3W Dinas KUK Jabar Deni Handoyo, penetapan lima ponpes tersebut sudah melalui sejumlah pertimbangan, khususnya produk yang dihasilkan. Dia juga mengatakan, jejaring bisnis dan ilmu yang mereka dapatkan akan disebar ke semua ponpes Jabar.

“Lima ponpes itu kita pilih untuk mengikuti pameran internasional di Turki dari 28 November sampai 1 Desember 2019. Target kita, salah satunya, gimana koperasi pesantren yang mempunyai keunggulan memamerkan produknya di event internasional,” kata Deni, Kamis (28/11/2019).

“Kami berharap pada pameran nanti, produk-produk unggulan ponpes Jabar dikenal di dunia internasional, khususnya Eropa. Dan mereka harus berbagi pengalaman dan jejaring bisnis yang mereka dapat di sana,” imbuhnya.

Pengamat kewirausahaan, Dr. Wawan Dhewanto menyambut baik program One Pesantren One Product (OPOP) sebagai program yang diharapkan mampu memberdayakan ekonomi pesantren melalui peningkatan usaha pesantren dan koperasi pesantren. Menurut dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB ini, program ini diharapkan membantu koperasi pesantren untuk memperluas akses pasar.

Produk-produk koperasi pesantren yang mengikuti program OPOP dapat diklasifikasikan apakah cocok untuk pasar lokal, pasar nasional atau pasar internasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top