Pemkot Bandung Siap Bagikan Anak Ayam Tahap Pertama ke 12 Sekolah

Program bagi-bagi anak ayam kepada pelajar di Kota Bandung akan segera digulirkan. Untuk tahap pertama, Pemerintah Kota Bandung akan membagikan 2.000 anak ayam di 12 sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan Cibiru dan Kecamatan Gedebage.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 19 November 2019  |  16:16 WIB
Pemkot Bandung Siap Bagikan Anak Ayam Tahap Pertama ke 12 Sekolah
Kepala Dispangtan Kota Bandung Gin Gin Ginanjar - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG -- Program bagi-bagi anak ayam kepada pelajar di Kota Bandung akan segera digulirkan. Untuk tahap pertama, Pemerintah Kota Bandung akan membagikan 2.000 anak ayam di 12 sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan Cibiru dan Kecamatan Gedebage.

Kepala Dispangtan Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menuturkan, rencananya program bagi-bagi anak ayam akan dilaunching pada Kamis (21/11) mendatang. Pihaknya bersama Disdik Kota Bandung telah memilih sejumlah sekolah sebagai tahap awal program tersebut.

"Terkait program kita launching atau simbolis pemberian anak ayam bagi siswa sekolah. Ini baru bisa kita lakukan di dua Kecamatan Cibiru dan Gedebage. Secara simbolis tanggal 21 (November) akan kita lakukan," katanya, di Balai Kota Bandung, Selasa (19/11).

Pada tahap pertama ini, pihaknya akan membagikan ayam-ayam di dua SMP dan 10 SD. Sebelumnya juga pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dalam menentukan sekolah yang akan diberikan anak ayam.

"Siswanya sendiri untuk tingkat SD akan diberikan ke kelas lima dan SMP itu kelas VII. Jumlah ayam yang akan disebarkan sebanyak 1.500 sampai 2.000 (ekor)," ucapnya.

Dengan program yang digagas oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial ini ia meyakini akan memberi dampak positif kepada anak terutama terhadap karakter dan juga pemahaman anak.

"Ayam ini jadi proses pembelajaran, pelajaran yang disisipkan. Ada lima mata pelajaran (yang mendukung program ini) IPA, IPS, TIK, Prakarya dan Bahasa Indonesia. Anak nanti amati paling tidak 6 bulan (satu smester)," katanya.

Selain itu, ia juga menilai program ini bagian dari program Bandung Masagi. Pihaknya memberinama kegiatan ini Akibagi (Aktif, Kolaboratif, Integratif, Bandung Masagi.

"Jadi bukan hanya melihat ke proses ayam besar, tapi proses ini yang kita amati. Misal ayamnya kena penyakit anak (siswa) paham (apa penyebab dan lain-lain)," ucapnya.

Dalam penyediaan anak-anak ayam ini, pihaknya menggandeng komunitas lantaran memang tidak memungkinkan seluruhnya tercover anggaran.

"Dispangtan itu konteks suport teknis, bagaimana merawat, budidaya. Karena bukan program APBD, nanti disupport komunitas. Karena di awal tidak ada anggaran," ujarnya. (k34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemkot bandung

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top