SPAM Jatigede, Jabar Buka Pintu untuk Calon Investor

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama BUMD PT Tirta Gemah Ripah mulai menawarkan investasi pengelolaan SPAM Jatigede, Sumedang kepada investor.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  10:07 WIB
SPAM Jatigede, Jabar Buka Pintu untuk Calon Investor
Suasana Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (6/4). - Antara/Aprillio Akbar

Bisnis.com, BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama BUMD PT Tirta Gemah Ripah mulai menawarkan investasi pengelolaan SPAM Jatigede, Sumedang kepada investor.

Direktur Utama PT Tirta Gemah Ripah (TGR) Asep Winara mengatakan pihaknya akan menggelar sesi market sounding SPAM Jatigede dalam acara West Java Investment Summit 2019. Kegiatan tersebut akan digelar di Bandung, Jumat (18/10/2019).

“Kami akan gelar market sounding SPAM Jatigede ke sejumlah investor asing dan dalam negeri,” kata Asep kepada bisnis, Rabu (16/10/2019) malam.

Menurut Asep langkah ini diambil setelah pemerintah secara resmi menetapkan penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK) SPAM Jatigede adalah Gubernur Jawa Barat.

TGR menurut Asep mendapat penugasan untuk melakukan transaksi bisnis terkait proyek SPAM tersebut, salah satunya dengan menjalankan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Dari kajian prastudi kelayakan total kebutuhan investasi pengeloaan SPAM Jatigede mencapai Rp2,04 trilun. Namun Asep memastikan besaran investasi yang dibutuhkan dan menjadi porsi dalam skema KPBU sebesar Rp836,9 miliar. “Dengan catatan yang Rp393 miliar nantinya akan mendapatkan viability gap fund dari Kementerian Keuangan,” ujarnya.

TGR berencana akan melakukan jual beli air curah SPAM Jatigede dari pemenang lelang investasi untuk kemudian menjual kembali kepada 5 perusahaan daerah air minum (PDAM) yang dilayani oleh Jatigede.

TGR, menurut Asep, harusnya menjadi PJPK proyek tersebut. Kondisi keuangan yang belum memungkinkan membuat kewenangan tersebut untuk sementara berada di Pemprov Jabar.

“Ini sudah mendapatkan restu juga dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, PJPK-nya sementara Gubernur Jawa Barat. Sampai ada financial closing itu nanti ada penugasan gubernur pada TGR untuk mengambil alih proses bisnisnya,” papar Asep.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
waduk jatigede

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top