Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PT INTI akan Kooperatif Usai Dirut Jadi Tersangka

BUMN PT INTI memastikan akan bersikap kooperatif dengan KPK usai lembaga antirasuah tersebut menetapkan Direktur Utama Darman Maparanga sebagai tersangka.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  12:24 WIB
Direktur PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/9/2019). - Antara
Direktur PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/9/2019). - Antara

Bisnis.com, BANDUNG—BUMN PT INTI memastikan akan bersikap kooperatif dengan KPK usai lembaga antirasuah tersebut menetapkan Direktur Utama Darman Maparanga sebagai tersangka.

PjS Kepala Divisi Perusahaan PT INTI (Persero) Gde Pandit Andika Wicaksono dalam siara persnya resminya mengatakan PT INTI (Persero) menyatakan keprihatinan yang mendalam atas penetapan status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Darman Mappangara.

“Dalam proses hukum yang berlaku, PT INTI (Persero) akan bersikap kooperatif serta menghormati langkah yang ditempuh oleh KPK,” katanya, Kamis (3/10/2019).

Perusahaan menurutnya percaya pihak KPK akan menjalankan tanggung jawab dan kewenangan sepenuhnya dalam rangka penegakan hukum.

“Adapun penetapan tersangka tersebut tidak mengganggu operasional perusahaan dalam menjalankan berbagai agenda strategis yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Diberitakan media, KPK menetapkan tersangka terhadap Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Persero, Darman Mappangara, Rabu (2/10) malam.

KPK menetapkan Darman sebagai tersangka lantaran dituduh menerima suap terkait proyek Baggage Handling System (BHS) 2019 garapan BUMN lain, yakni PT Angkasa Pura (AP) Propertindo.

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penyidikan baru dengan tersangka DMP (Darman Mappangara),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (2/10).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt inti
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top