Wall Street English Buka Cabang Terbesar di Indonesia

Wall Street English Indonesia, Rabu (28/08/2019) meresmikan cabang pertama dengan konsep 'independent building' pertama di Indonesia, sekaligus cabang terbesar di Tanah Air.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  13:51 WIB
Wall Street English Buka Cabang Terbesar di Indonesia
Putri Indonesia Pariwisata 2019 Jesica Fitriana bersama CEO Wall Street English Indonesia Kish Gill, Rabu (28/08/2019), membuka cabang Wall Street English terbesar pertama di Indonesia yang berlokasi di Dago, Bandung. - Bisnis/Hadijah Alaydrus

Bisnis.com, BANDUNG--Wall Street English Indonesia, Rabu (28/08/2019) meresmikan cabang pertama dengan konsep 'independent building' pertama di Indonesia, sekaligus cabang terbesar di Tanah Air.

Cabang Wall Street English Indonesia dengan gaya co-working space ini hadir di Jalan Sulanjana No.3, Dago, Bandung, Jawa Barat.

CEO Wall Street English Indonesia Kish Gill menuturkan kehadiran Wall Street English di Bandung diharapkan dapat berkontribusi untuk membangun SDM unggul Jawa Barat.

Salah satu alasan menarik, Wall Street English membuka cabang besar dalam bentuk bangunan yang berdiri sendiri karena perusahaan melihat provinsi Jawa Barat sebagai lokasi favorit bagi investor asing untuk menanam modal di Indonesia.

Berdasarkan data BKPM, jumlah penanaman modal asing (PMA) di Jawa Barat sepanjang 2018 mencapai US$5,57 miliar dengan jumlah proyek sebanyak 4.713.

Menurut Kish, pertumbuhan investasi ini harus diimbangi kapasitas SDM yang handal sehingga dampaknya terhadap ekonomo akan lebih maksimal.

"Salah satu yang dibutuhkan oleh daerah dengan angka investasi asing tinggi adalah kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Inggris," ujar Kish, di sela-sela peresmian Wall Street English Dago, Rabu (28/08/2019).

Bahasa Inggris, lanjut Kish, adalah bahasa yang umum digunakan di dunia bisnis dan kalangan profesional. Oleh karena itu, dia melihat pentingnya kemampuan berbahasa Inggris.

Bukan tidak mungkin, SDM yang unggul dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik akan menarik lebih banyak investasi asing dan dalam negeri ke depannya.

"Minimal, kami mau masyarakat Jawa Barat dapat berkomunikasi dengan turis asing dan pengusaha asing yang datang ke Jawa Barat," ujarnya.

Wall Street English mengungkapkan alasan mendirikan cabang di Bandung didasari oleh jumlah populasi Jawa Barat yang tertinggi di Indonesia. Menurut data BPS, populasi Jawa Barat akan mencapai 49,9 juta jiwa pada 2020.

Kish menambahkan seperlima populasi tersebut tinggal di Bandung.

Lebih lanjut, Kish memaparkan salah satu keunggulan dari Wall Street English adalah metodologi pengajaran bahasa Inggris yang fleksibel.

Wall Street English mengunakan metode blended learning yang menggabungkan proses belajar digital interaktif dan kelas tatap muka yang didukung oleh tenaga pengajar profesional.

Wall Street English juga menyediakan komunitas agar anggota dapat berbagi ide, memperluas jaringan pertemanan dan memperoleh akses eksklusif untuk bertemu dengan para ahli di bidangnya.

Putri Indonesia Pariwisata 2019 yang berasal dari Jawa Barat Jesica Fitriana mengungkapkan salah satu alasan dirinya memilih adalah metode pengajarannya yang fleksibel karena dirinya tidak perlu harus datang tiap saat ke kelas.

"Untuk milenial yang kegiatannya padat, dengan metodologi dari Wall Street English yang bisa diakses kapan dan dimanapun, ini menjadi hal yang sangat memudahkan," ujar Jesica yang turut hadir dalam peresmian tersebut.

Dia mengakui tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi ajang kontes bergengsi di Polandia sehingga membutuhkan persiapan komunikasi dalam bahasa Inggris untuk meningkatkan kapasitasnya.

Jesica sendiri banyak mengikuti komunitas di Wall Street English untuk memperkuat kemampuannya berbahasa Inggris. Selain itu, dia mengungkapkan Wall Street English banyak memberikan latihan dalam bentuk pertanyaan dan jawaban (question and answer) yang berguna untuk persiapannya dalam menghadapi kontes internasional tahun ini.

Wall Street English hadir di Jalan Sulanjana No.3, Dago. Siapapun yang berminat dapat langsung mendaftarkan diri. Adapun, biaya kursus di Wall Street English ditentukan dari berapa lama siswa ingin belajar dan tujuan belajarnya.

"Minimal itu 9 bulan, karena untuk naik level membutuhkan waktu 2 sampai 3 bulan," ujar Kish.

Harga kursus untuk 9 bulan mencapai Rp21 juta- Rp22 juta. Namun, siswa dapat mencicil biaya tersebut.

Wall Street English menyediakan paket member selama 24 bulan dengan harga Rp1,3 juta per bulan.

"Ini untuk member yang benar-benar komit meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya," tegas Kish.

Di Indonesia, Wall Street English telah memiliki 8 cabang, 5 cabang di Jakarta, 1 di Tangerang, 1 di Bandung dan 1 di Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top