Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemkot Bandung akan Data Pertamini, Cegah Penjualan BBM Bersubsidi

Pemerintah Kota Bandung akan melakukan pendataan ulang penjual bahan bakar minyak (BBM) eceran atau Pertamini di Kota Bandung. Hal tersebut dilakukan guna mengawasi penjualan BBM subsidi di Pertamini.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  17:15 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG -- Pemerintah Kota Bandung akan melakukan pendataan ulang penjual bahan bakar minyak (BBM) eceran atau Pertamini di Kota Bandung. Hal tersebut dilakukan guna mengawasi penjualan BBM subsidi di Pertamini.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan sesuai dengan undang-undang, tempat terakhir untuk penjualan BBM jenis premium dan solar adalah di SPBU resmi. Sehingga jika ada Pertamini yang menjual BBM bersubsidi tersebut maka akan ditindak.

"Tapi kalau untuk penjualan BBM non subsidi itu diperbolehkan," kata Elly kepada Bisnis, Rabu (21/8).

Menurutnya, pendataan akan dilakukan dengan mendata siapa penjualnya, BBM apa yang dijual dan dimana penjualannya. Sehingga dengan adanya
data tersebut akan memudahkan pihaknya dalam melakukan pengawasan.

"Kita sedang pendataan, karena saya baru satu bulan fokus di Disdagin," kata Elly.

Tidak hanya itu, ia juga tengah mengawasi terkait tera di SPBU-SPBU resmi. Hal tersebut dilakukan guna melindungi konsumen dirugikan oleh
pengusaha SPBU yang melakukan kecurangan.

"Karena suka ada pengelola SPBU yang menggunakan alat tambahan untuk mengurangi volume minyak yang dijual di esin dispenser minyak," jelas
dia. (k34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top