Ridwan Kamil Siap Pasok Perajin Garap Kriya MotoGP Mandalika

Pemerintah Provinsi Jawa Barat diminta menyiapkan perajin dan produksi kriya guna menyiapkan kebutuhan cendera mata di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  17:41 WIB
Ridwan Kamil Siap Pasok Perajin Garap Kriya MotoGP Mandalika
Ridwan Kamil - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com,BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat diminta menyiapkan perajin dan produksi kriya guna menyiapkan kebutuhan cendera mata di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pekan lalu pihaknya bertemu dengan Gubernur NTB Zulkieflimansyah membicarakan sejumlah peluang ekonomi di KEK Mandalika yang bisa dikerjasamakan antara kedua belah pihak. “Kita ada dua permintaan dari Gubernur NTB dalam menghadapi [perkembangan] Mandalika,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Kamis (8/8).

Menurutnya KEK Mandalika yang akan ditandai dengan gelaran MotoGP tersebut diperkirakan akan menarik investasi dan kunjungan wisatawan makin tinggi. Namun pihak Pemprov NTB khawatir dengan tidak tergarapnya potensi ekonomi cenderamata yang tidak dikuasai perajin lokal.

“Kalau nanti booming mereka khawatir ekonomi-ekonomi kerajinannya itu tidak dikuasai warga lokal. Mereka mendapati kreativitas warga Jabar luar biasa,” ujarnya.

Dari pertemuan tersebut, pihak Pemprov NTB menawarkan sebuah gedung khusus pelatihan UKM kerajinan yang nantinya akan dibina oleh perajin kriya asal Jawa Barat. Menurutnya tawaran tersebut menarik karena ada peluang pengrajin kriya dari wilayahnya berkontribusi pada pengembangan ekonomi Mandalika.

“Gubernur NTB menyiapkan satu gedung khusus pelatihan UKM kerajinan khusus untuk Jabar dengan mengundang orang kreatif Jabar untuk melatih warga lokal di Mandalika sehingga ekonominya bisa menetes ke desa,” tuturnya.

Tawaran Zulkieflimansyah ini menurutnya guna mengantisipasi digelarnya MotoGP. Jika urusan cenderamata tidak dipersiapkan sejak awal, maka kemungkinan NTB kehilangan potensi cuan dipastikan sangat besar.

“Spesifik sebetulnya menangkap miliaran dari ekonomi merchandise MotoGP. Orang Bandung kan hebat urusan [cenderamata] begitunya. Intinya jangan jadi penonton saja warga lokalnya,” paparnya.

Pihak NTB juga meminta agar Gubernur Jabar mendatangkan para pengusaha dan investor pariwisata asal Jabar untuk berinvestasi agar kawasan tersebut tidak didominasi pengusaha asal DKI Jakarta atau asing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KEK Mandalika

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top