Muhibbah Engineering Malaysia Incar 11,6% Saham Bandara Kertajati

Perusahaan asal Malaysia, Muhibbah Engineering (M) Bhd  melirik 11,6% saham Bandara Internasional Kertajati senilai Rp291 miliar.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  16:57 WIB
Muhibbah Engineering Malaysia Incar 11,6% Saham Bandara Kertajati
Ilustrasi - Suasana sudut ruang check in pesawat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5/2018). BIJB merupakan bandara kedua terbesar di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng yang memiliki luas lahan mencapai 1.800 hektar dan akan dioperasikan pada hari Kamis (24/5/2018). - Bisnis/Antara/M. Agung Rajasa

Bisnis.com,BANDUNG--Perusahaan asal Malaysia, Muhibbah Engineering (M) Bhd  melirik 11,6% saham Bandara Internasional Kertajati senilai Rp291 miliar.

Kepala Biro Sarana Perekonomian, Investasi dan BUMD Setda Jabar Noneng Komara mengatakan ketertarikan Muhibbah disampaikan Managing Director Muhibbah Engineering (M) Bhd Mac Ngan Boon menemui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di Gedung Negara Pakuan, Kamis (1/8/2019) pekan lalu.

"Dari beberapa kali kunjungan Pak Gubernur ke luar negeri, ternyata ini menunjukkan hasil. Misalnya perusahaan asal Malaysia ingin menindaklanjuti paparan ekonomi yang sebelumnya telah disampaikan Pak Gubernur untuk berinvestasi di Bandara Kertajati yang saat ini dikelola BUMD PT BIJB," katanya di Bandung, Selasa (6/8/2019).

Muhibbah sebagai salah satu calon investor menunjukkan ketertarikannya dengan berinvestasi yang sejalan guna merealisasikan percepatan optimalisasi pembangunan di Jawa Barat melalui Bandara Kertajati.

Terlebih Bandara Kertajati akan disokong kawasan aerocity seluas 3.480 hektare. "Karena Bandara Kertajati nantinya akan menjadi pintu gerbang Jawa Barat satu-satunya," ujarnya.

Menurut Noneng, Bandara Internasional Kertajati akan menjadi stimulus untuk mengembangkan kawasan ekonomi baru di wilayah timur Jawa Barat. Kawasan khusus bernama Segitiga Rebana kedepannya diprediksi menjadi pusat ekonomi baru Jawa Barat yang terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban Subang, dan Cirebon.

Sekadar informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini masih menjadi pemegang saham mayoritas atau 97% Bandara Kertajati. Ada pun tiga persennya dimiliki BUMD Jabar lainnya PT Jasa Sarana dan Koperasi Konsumen Praja Sejahtera (KPPS) Jawa Barat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara kertajati

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top