Lima Owa Jawa Dilepasliarkan di Gunung Malabar

Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  01:51 WIB
Lima Owa Jawa Dilepasliarkan di Gunung Malabar
Owa Jawa - Antara
Bisnis.com, BANDUNG -- Lima individu Owa Jawa dilepasliarkan di hutan lindung Gunung Malabar, Kabupaten Bandung setelah direhabilitasi di Javan Gibbon Center, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Selasa (19/2).
 
Pelepasaliaran ini dilakukan kepada dua keluarga yaitu keluarga Jowi-Cuplis dan anaknya Maral yang lahir di pusat rehabilitasi serta pasangan Mimis-Cika. Sebelum dilepasliarkan mereka menjalani proses habituasi selama tiga bulan di Gunung Puntang, Hutan Lindung Gunung Malabar.
 
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Wahju Rudianto menjelaskan, Owa Jawa merupakan spesies karismatik, memiliki peran penting dalam merestorasi hutan secara alami dengan menyebarkan benih untuk membantu menjaga kesehatan hutan yang sangat penting untuk menunjang kehidupan manusia sebagai sebagai daerah resapan air dan menjaga siklus air, mencegah banjir dan bencana alam lainnya, penyuplai oksigen dan penyerap karbon, menjadi lokasi penelitian, sumber mata pencaharian, sumber obat-obatan dan lain-lain. 
 
Dengan perannya yang demikian besar sebagai sistem penyangga kehidupan, maka menurutnya, diperlukan upaya-upaya konservasi dengan pelibatan masyarakat. Salah satu upaya konservasi dimaksud adalah pelestarian Owa jawa dari ancaman kepunahan di habitat alaminya akibat perburuan, perdagangan serta kehilangan habitat melalui  pelepasliaran. 
 
Inisiatif pelepasliaran ini merupakan implementasi kerjasama Yayasan Owa Jawa dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang didukung Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Perum Perhutani, Conservation International Indonesia, Silvery Gibbon Project dan Pertamina EP Subang asset 3 Subang Field.
 
Ia menuturkan, pelepasliaran ini adalah yang keenam kalinya yang sebelumnya telah dilepasliarkan 19 individu sejak tahun 2013. Upaya pengembalian Owa Jawa ke habitatnya bukanlah perkara mudah. Oleh sebab itu, kemitraan dan dukungan berbagai pihak sangat diperlukan untuk menyelamatkan primata ini dari kepunahan.
 
"Owa jawa merupakan salah satu dari 25 satwa prioritas yang menjadi target sasaran strategis Ditjen KSDAE yang tertera pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019 untuk ditingkatkan populasinya," kata dia dalam rilisnya.
 
Program rehabilitasi Owa jawa di Javan Gibbon Center merupakan kerjasama Yayasan Owa Jawa dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang berperan penting dalam mempersiapkan Owa jawa yang pernah dipelihara masyarakat, kemudian dilepasliarkan untuk penguatan populasi di alam. 
 
Sementara itu, Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Ahmad Ibrahim, menjelaskan bahwa beberapa kawasan hutan lindung Perum Perhutani merupakan habitat Owa Jawa, tidak hanya di Jawa Barat namun juga di sebagian di Jawa Tengah. 
 
Oleh sebab itu, Perhutani berkomitmen untuk melestarikan owa jawa sekaligus mempertahankan habitatnya. Selain perlindungan terhadap Owa Jawa, sebagai entitas bisnis, Perhutani telah membuktikan kepada masyarakat nasional maupun internasional bahwa kepedulian kepada satwa-satwa yang dilindungi dan terancam punah lainnya juga telah dilakukan secara nyata berkat dukungan dan peran serta masyarakat setempat.
 
Subang Field Manager PT Pertamina EP Asset 3, Armand Mel juga mengatakan perusahaannya berkomitmen untuk mendukung kegiatan pelestarian Owa awa dan habitatnya. 
 
Pertamina sendiri telah mendukung dan bekerja sama dengan Yayasan Owa Jawa sejak 2013 dalam program reintroduksi owa jawa dan penyadartahuan konservasi. 
 
"Selain itu PT Pertamina EP Asset 3 mendukung dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Melintang (Masyarakat Pecinta Alam Puntang) yang terfokus pada pemberdayaan ekonomi berupa budidaya tanaman kopi kepada warga Desa Campaka Mulya yang berada dibawah naungan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Bukit Amanah yang lokasinya berbatasan langsung dengan area konservasi Owa jawa di Gunung Puntang," katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandung raya

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top