Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

8 Anak Sungai Citarum Yang Aliri Kota Bandung Terus Membaik

Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 23 Januari 2019  |  11:25 WIB
Oded M Danial
Oded M Danial

Bisnis.com, BANDUNG -- Wali Kota Bandung, Oded M Danial menyebut kondisi delapan Sub DAS Citarum yang melewati Kota Bandung saat ini dalam kondisi yang terus membaik. Dengan kondisi tersebut, Oded menilai pemeliharaan aliran anak sungai yang bermuara ke Citarum terus menunjukan kemajuan

“Alhamdulillah berkat kerjasama yang sangat baik ini dengan semua elemen, sudah terlihat sungai di Kota Bandung yang akan mengalir ke Citarum sudah bersih. Walaupun masih belum maksimal,” tutur Oded, di Bandung, Selasa (22/1).

Oded mengungkapkan, Pemerintah Kota Bandung berkomitmen mendukung penuh program yang digagas tahun 2018 ini. Terlebih lagi, hal itu juga akan berdampak secara langsung terhadap warganya.

Persoalan lingkungan paling krusial yang tengah dihadapi Kota Bandung, menurut Oded, adalah masalah sampah. Oded harus berhadapan dengan 1500 ton sampah yang diproduksi Kota Bandung setiap hari. Kendati begitu, 84,7% sampah sudah terangkut dengan baik dengan menelan biaya Rp160 miliar pertahun. Persentase tersebut cukup bagus jika dibandingkan kota/kabupaten lain di sekelilingnya.

Tak heran, mulai tahun ini Kota Bandung mencanangkan gerakan Kangpisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) sebagai program unggulan di bidang lingkungan. Sebab bagi Oded, persoalan sampah adalah bom waktu yang akan berbahaya jika tidak ditangani segera.

Oded mengaku sering menginspeksi jalur-jalur sungai di Kota Bandung. Dulu, kondisi sungai cukup mengkhawatirkan. Ada banyak sampah dan sedimentasi yang menumpuk di beberapa titik. Namun setelah Tim Citarum Harum di bawah koordinasi Komandan Sektor (Dansektor) 22 Kol. Inf. Asep Rahman Taufik bergerak dari hulu hingga ke hilir, kondisi sungai sudah jauh membaik.

Berdasarkan laporan dari Dansektor 22, ada 2.602 ton sampah yang dibersihkan dari sungai selama setahun. Pengangkutan tersebut dilakukan dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, Kodim 0618/BS, pemerintah pusat, dan masyarakat.

Ada 112 unit jaring sampah yang terpasang, 5 unit TPS baru, dan pembuatan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Tak hanya itu, tim juga melakukan penegakan hukum dengan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) bagi pembuang sampah ke sungai dan menghukum dengan sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) oleh Satpol PP Kota Bandung. Ada 58 orang dari 38 kasus yang ditangani oleh Satpol PP berdasarkan Perda Nomor 11 Tahun 2005 tentang penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3).

Pengadaan fasilitas alat kebersihan juga dilakukan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, misalnya, memfasilitasi 200 troli sampah, 265 tempat sampah dengan swadaya masyarakat, dan 20 gerobak sampah sumbangan dari swasta. Sektor 22 juga telah mengeruk 18.016 meter kubik sedimen dari sungai.

“Harapan kami dengan semangat kita terus bersama-sama mengelola Citarum melalui sungai kita. Persoalan utama adalah sampah. Sebagai bukti bahwa kami punya perhatian khusus, sekarang kita punya program prioritas. Memang kita tidak boleh bosan untuk membangun kultur masyarakat,” tandas Oded.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandung raya
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top