Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kadin Jabar Setuju Pelabuhan Cilamaya Digeser ke Timur

Bisnis.com, JAKARTA--Kadin Jawa Barat menyambut baik pergeseran lokasi pembangunan pelabuhan baru bertaraf internasional sebagai penopang Pelabuhan Tanjung Priok, dari sebelumnya di Cilamaya Kabupaten Karawang ke wilayah Kabupaten Subang atau pun Indramayu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 April 2015  |  13:49 WIB
(ilustrasi - JIBIPhoto)
(ilustrasi - JIBIPhoto)

Bisnis.com, JAKARTA--Kadin Jawa Barat menyambut baik pergeseran lokasi pembangunan pelabuhan baru bertaraf internasional sebagai penopang Pelabuhan Tanjung Priok, dari sebelumnya di Cilamaya Kabupaten Karawang ke wilayah Kabupaten Subang atau pun Indramayu.

Ketua Komisi Perhubungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Muis Thantawi mengatakan, pelaku usaha Jawa barat pada prinsipnya mendukung rencana pembangunan pelabuhan baru bertaraf internasional di Provinsi Jawa Barat.

“Yang terpenting ada pelabuhan bertaraf internasional di Jawa Barat, soal lokasinya di Cilamaya, Subang maupun Indramayu bagi kami (pelaku usaha) tidak masalah, bagi kami jangan sampai penyiapan pelabuhan itu batal,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini, Kamis (2/4).

Dia mengatakan, pentingnya kehadiran pelabuhan bertaraf internasional untuk kegiatan ekspor impor di wilayah Jawa Barat karena selama ini kegiatan pengapalan ekspor impor komoditi Jawa Barat masih harus melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kita kan faham betul, akses darat dari Jawa Barat dan sekitarnya menuju Priok sangat krodit (macet parah) begitupun sebaliknya, sehingga cost logistik mahal,” tuturnya.

Muis mengatakan, dengan kehadiran pelabuhan bertaraf internasional di provinsi Jawa Barat bakal mengalihkan minimal lebih dari 50% kegiatan pengapalan yang selama ini dilakukan di pelabuhan Priok. “Hinterland (dukungan industri) pelabuhan Priok selama ini 60-65%-nya merupakan berasal dari Jawa Barat dan sekitarnya,” tuturnya.
Dia juga mengatakan, Pemerintah jangan terus berwacana atau berpolemik untuk merealisasikan pelabuhan baru bertaraf internasional di Provinsi Jawa Barat.

“Harus cepat dieksekusi dan dikerjakan sebab membangun infrastruktur pelabuhan baru itukan tidak sebentar, butuh waktu lama untuk itu, sehingga saat kapasitas pelabuhan Priok sudah over capacity pelabuhan baru sudah bisa operasi di Jawa Barat,”tuturnya.

Pemerintah Indonesia memutuskan batal membangun pelabuhan di Cilamaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, dan akan membangun di wilayah yang lebih timur di provinsi tersebut.

Hal itu dissampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla usai meninjau Cilamaya di Desa Tanjungjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (2/4/2015).


Wapres mengatakan daerah yang akan dipilih adalah Jawa Barat wilayah timur selain Cilamaya, seperti wilayah Kabupaten Subang atau pun Indramayu yang memiliki kawasan bebas pipa jalur minyak dan gas atau pun anjungan minyak lepas pantai.(K1)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis jabar

Sumber : JIBI

Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top