Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ketahanan Keluarga Lemah, Pernikahan Dini Marak

Bisnis-jabar.com, BANDUNG--Ketahanan keluarga merupakan modal penting dalam membangunan suatu negara. Sebab, pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia berawal dari keluarga.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 19 Desember 2013  |  12:21 WIB
Bagikan

Bisnis-jabar.com, BANDUNG--Ketahanan keluarga merupakan modal penting dalam membangunan suatu negara. Sebab, pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia berawal dari keluarga. Namun kondisi saat ini membuat ketahanan keluarga menjadi lemah. Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayan Keluarga BKKBN Sudibyo Alimoeso mengatakan, lemahnya ketahanan keluarga terlihat dari tingginya angka pernikahan dini. "Kita tahu persis fungsi-fungsi keluarga ini sudah dilupakan. Dan akhirnya kita sering dengar banyak fenomena pernikahan dini," kata Sudibyo. Menurutnya selain berisiko tingginya angka perceraian, pernikahan dini pun mengancam kualitas kesehatan anak dan balita. Menurutnya, bayi yang dikandung ibu di bawah umur (pelaku pernikahan dini) rentan kekurangan gizi. Pasalnya, bayi yang dikandung akan berebut asupan gizi dengan ibu yang masih dalam masa pertumbuhan. Selain itu, pelaku pernikahan dini menurutnya belum memahami dengan baik seluk-beluk kehidupan berkeluarga. "Sehingga dia tidak tahu arti keluarga. Akibatnya banyak kasus anak dan balita tidak tertangani dengan baik, gizi maupun tumbuh kembangnya," katanya Ia menekankan bahwa balita merupakan awal pembentukan generasi selanjutnya. "Jadi fenomena ini mengkhawatirkan karena akan mengganggu ketahanan keluarga yang menjadi modal penting dalam membangun suatu bangsa," katanya.(k57/k29)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabar jabar
Editor : Wisnu Wage Pamungkas
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top