Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Astra Tol Cipali Petakan Titik Rawan Jelang Mudik 2025

Astra Tol Cipali melakukan pemetaan titik rawan kecelakaan dan kemacetan menjelang arus mudik Lebaran 2025.
Tol Cipali
Tol Cipali

Bisnis.com, CIREBON - Astra Tol Cipali melakukan pemetaan titik rawan kecelakaan dan kemacetan menjelang arus mudik Lebaran 2025.

Jalur bebas hambatan yang menghubungan Jakarta dengen Jawa Tengah atau Jawa Timur inimemiliki beberapa titik rawan kecelakaan yang perlu diwaspadai.

Beberapa lokasi di Tol Cipali yang sering terjadi kecelakaan di antaranya KM 85, KM 94, KM 117, KM 152, dan KM 188. Karakteristik jalan yang panjang dan lurus di beberapa titik sering menyebabkan pengemudi kehilangan konsentrasi, sementara area penyempitan jalur berpotensi menimbulkan kemacetan dan tabrakan beruntun. 

Selain itu, kelelahan akibat perjalanan jarak jauh juga menjadi faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengelola jalan tol telah menerapkan sejumlah langkah preventif, seperti pemasangan rambu tambahan, rekayasa lalu lintas, serta peningkatan patroli keamanan. 

Direktur Operasional Astra Tol Cipali Rinaldi mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan sejak awal tahun. “Kami telah melakukan pemetaan terhadap daerah rawan kecelakaan dan titik-titik yang berpotensi menjadi simpul kemacetan. Dari hasil evaluasi tahun sebelumnya, kami menemukan beberapa titik yang perlu mendapat perhatian khusus,” kata Rinaldi, Kamis (27/2/2025).

Menurut Rinaldi, pemetaan ini dilakukan dengan melibatkan tim survei yang terdiri dari berbagai pihak, termasuk tim teknis dan kepolisian. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam pemetaan ini antara lain tingkat kepadatan lalu lintas, kondisi jalan, serta histori kecelakaan yang pernah terjadi di jalur tersebut.

Selain itu, pihaknya juga mencatat beberapa jalur-jalur yang mengarah ke rest area sering mengalami kepadatan. Oleh karena itu, Astra Tol Cipali telah menyiapkan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko kemacetan, seperti pengaturan arus masuk dan keluar rest area serta koordinasi dengan kepolisian untuk pengalihan arus jika diperlukan.

"Hasil pemetaan menunjukkan bahwa terdapat beberapa titik yang memerlukan intervensi lebih lanjut, baik dalam bentuk pemasangan rambu tambahan, penempatan petugas, maupun rekayasa lalu lintas,” jelasnya.

Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan oleh Astra Tol Cipali adalah pemasangan speed reducer di beberapa titik strategis. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kecepatan kendaraan, terutama di daerah yang sering terjadi kecelakaan.

“Kami sengaja memasang speed reducer di titik-titik tertentu sebagai upaya preventif. Harapannya, ini bisa membantu mengurangi potensi kecelakaan akibat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi,” kata Rinaldi.

Selain itu, untuk meningkatkan visibilitas pengendara di malam hari, Astra Tol Cipali juga telah memasang guide post di sepanjang jalur yang membutuhkan penanda tambahan. 

Mengenai penerangan jalan, Rinaldi menjelaskan  pihaknya telah memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa titik yang dianggap krusial, terutama di interchange atau persimpangan besar. 

Namun, pihaknya tidak memasang PJU di seluruh jalur tol karena dikhawatirkan dapat mengganggu konsentrasi pengendara.

“Kami memahami bahwa penerangan jalan sangat penting, terutama untuk keamanan pengguna jalan. Namun, pemasangan PJU harus dilakukan secara selektif agar tidak justru menyebabkan gangguan visual bagi pengendara,” ungkapnya.

Dalam menghadapi lonjakan kendaraan selama arus mudik, Astra Tol Cipali juga telah menyiapkan tim siaga yang terdiri dari petugas patroli jalan raya, ambulans, dan layanan derek. Tim ini akan disiagakan di berbagai titik strategis sepanjang jalur tol guna merespons cepat jika terjadi insiden.

“Kami telah menyiapkan posko siaga di beberapa titik penting untuk memastikan respons cepat dalam menangani keadaan darurat. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan kepolisian dan pihak terkait untuk memastikan koordinasi yang baik selama arus mudik,” ujar Rinaldi.

Pihaknya juga mengimbau kepada para pemudik untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat dan memanfaatkan rest area yang tersedia untuk beristirahat jika merasa lelah.

Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah dilakukan, Astra Tol Cipali berharap arus mudik Lebaran 2025 dapat berjalan dengan lancar dan minim hambatan. Rinaldi juga mengajak masyarakat untuk bersikap bijak dalam memilih waktu perjalanan guna menghindari kepadatan di jam-jam puncak.

“Kami berharap pemudik bisa merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan informasi yang kami sediakan. Dengan kerja sama antara pengelola jalan tol, kepolisian, dan masyarakat, kami optimistis arus mudik tahun ini bisa lebih lancar dan aman,” pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hakim Baihaqi
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper