Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produksi Beras Ciayumajakuning Turun

Produksi beras di Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) sepanjang 2023 menembus angka 1,57 juta ton.
Petani menjemur gabah hasil panen di Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/7/2020). Bisnis/Abdurachman
Petani menjemur gabah hasil panen di Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/7/2020). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, CIREBON - Produksi beras di Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) sepanjang 2023 menembus angka 1,57 juta ton.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dari 1,57 juta ton tersebut, sebanyak 819.871,91 ton dari Kabupaten Indramayu, 321.351,51 ton Kabupaten Majalengka, 282.086,16 ton Kabupaten Cirebon, 148.324 ton Kuningan, dan 442,28 ton dari Kota Cirebon.

Dalam catatan tersebut, jumlah produksi beras di Ciayumajakuning menurun dibandingkan 2022. Tahun lalu produksi salah satu kebutuhan pokok masyarakat itu sebanyak 1,62 juta ton.

Ketua Tim Statistik Produksi BPS Provinsi Jawa Barat Marisa Kusuma Putri mengayakan, penurunan produksi produksi beras maupun padi terjadi di wilayah sentra produksi padi.

Selain Indramayu, penurunan tersebut terjadi di sentra produksi di antaranya, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Bekasi. 

“Namun, di sisi lain ada beberapa kabupaten atau kota yang mengalami peningkatan produksi padi cukup besar, misalnya Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Garut,” kata Marisa melalui keterangan tertulis, Selasa (28/11/2023).

Marisa menyebutkan, produksi beras pada 2023 untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan sekitar 5,25 juta ton. Angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 195,06 ribu ton atau 3,58% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Distan Kabupaten Cirebon Samsina mengatakan, bencana kekeringan yang melanda menyebabkan masa tanam padi pada 2023 hanya bisa dilakukan sebanyak dua kali.

“Masa tanam padi yang normal dalam satu tahun itu tiga kali. Tetapi, melihat kondisi kekeringan seperti saat ini kayanya cuma dua kali saja,” kata Samsina.

Lahan pertanian padi yang hanya bisa melakukan dua kali masa tanam sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Cirebon bagian timur.

Lahan pertanian padi wilayah timur itu berada di Kecamatan Greged, Babakan, Mundu, Pangenan, Pabedilan, Gebang, Karangsembung, Pabedilan, Losari, Susukan Lebak, dan Sedong.

Samsina mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan belasan kecamatan tersebut hanya bisa dua kali masa tanam karena adanya pengeringin dari Bendung Cikeusik, Kabupaten Kuningan.

“Saat suplai air berkurang, otomatis berpengaruh terhadap produktivitas,” kata Samsina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Hakim Baihaqi
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper