Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Perguruan Tinggi dan Industri Berkolaborasi Bangun Ketahanan Ekonomi Desa

Dari total 74.957 desa di Indonesia, baru sekitar dari 30 persen desa yang masuk dalam kategori maju dan mandiri.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 13 November 2022  |  20:13 WIB
Perguruan Tinggi dan Industri Berkolaborasi Bangun Ketahanan Ekonomi Desa
Ilustrasi - Antara
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG - Program kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi menjadi program inovatif dan implementatif yang strategis untuk membangun ketahanan ekonomi perdesaan. 

Ketua Pusat Studi Manajemen dan Bisnis Unpad Yudi Ahmad Faisal mengatakan sesuai Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2021, dari total 74.957 desa di Indonesia, baru sekitar dari 30 persen desa yang masuk dalam kategori maju dan mandiri.

Berdasarkan kondisi tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BRI) berkolaborasi dengan Universitas Padjadjaran melalui Pusat Studi Manajemen dan Bisnis (LMFEB) menyelenggarakan Deepening Desa Brilian. 

Sejak 2020, Program Desa Brilian merupakan program inkubasi desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa, melalui implementasi praktik kepemimpinan desa yang unggul serta semangat kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi desa berbasis SDGs atau TPB. 

Sampai saat ini program ini telah diikuti oleh 1.532 desa yang aktif tergerak berinisiatif dan berkomitmen untuk maju melalui program-program yang telah direncanakan. 

Desa Brilian sendiri mengembangkan empat aspek yang terdapat dalam desa, yaitu Bumdes sebagai motor ekonomi desa, digitalisasi, implementasi produk dan aktivitas digital di desa. 

Kemudian ada juga sustainability, tangguh dan secara continue dalam membangun desa dan keempat innovation, kreatif dalam menciptakan inovasi. 

Menurut Yudi, inagurasi Deepening Desa Brilian merupakan puncak dari kegiatan pelatihan di mana 144 desa dari 7 provinsi mengikuti pelatihan kurang lebih 2 bulan dan mengikuti 8 kali kelas online fokus pelatihan pemberdayaan. 

Dalam kegiatan Inagurasi tersebut, Wakil Dekan bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset - Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Padjadjaran Maman Setiawan menilai pelatihan ekonomi desa diharapkan dapat memberikan kompetensi para pelaku ekonomi desa dan meningkatkan potensi institusi ekonomi desa termasuk Bumdes untuk melayani masyarakat dan berpihak kepada kepentingan desa. 

"Desa diharapkan memiliki kemampuan untuk melakukan komersialisasi produk-produk dan potensi ekonomi desa untuk memberikan kesejahteraan masyarakat desa," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Prodi Magister Keuangan Mikro Terpadu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Padjadjaran Asep Mulyana dalam sambutannya mengatakan kegiatan Capacity Building yang dilakukan oleh LMFEB Unpad, MMKMT, dan BRI dapat membantu meningkatkan kemampuan manajerial para pelaku ekonomi desa untuk dapat memaksimalkan potensi ekonomi desa dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat desa pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. 

"Potret ekonomi desa akan terus berkembang seiring dengan waktu, sehingga kemampuan para pelaku ekonomi desa harus terus ditingkatkan, sehingga desa sebagai urat nadi perekonomian negara dapat terus dijaga," ungkapnya. 

Sedangkan Vice President of Social Entrepreneurship Incubation Division - Bank BRI M. Taufik Hidayat mengatakan Fokus pelatihan Deepening Desa Brilian adalah topik-topik yang dibutuhkan oleh desa dalam menyongsong tantangan ekonomi ke depan. 

"BRI selain sebagai Lembaga intermediasi keuangan, juga memiliki fungsi empowerment kepada pelaku usaha dan desa," jelasnya. 

Terakhir, Direktur Program Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) Adi Laksono menilai di masa depan, energi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kemajuan ekonomi sebuah negara termasuk desa. 

"Implementasi pengembangan energi di desa harus selaras dengan keadilan sosial dan ketahanan ekonomi desa," jelasnya. 

Untuk itu, hasil-hasil pembangunan harus diarahkan untuk memperkuat energi, ekonomi, dan keadilan sosial. 

"Keadilan sosial harus dirasakan sampai level pemerintahan terkecil yaitu pemerintahan desa. Ini masih menjadi tantangan, desa yang Tangguh adalah desa yang mampu mengembangkan bentuk-bentuk adaptasi terhadap perubahan yang terjadi, tanpa mempengaruhi indentitas maupun karakter khas dari sebuah desa," tandasnya. (K34) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

desa BUMDes
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top