Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Telur Ayam di Cianjur Turun Menjadi Rp27.000 per Kg

Harga telur ayam saat ini sudah kembali normal di angka Rp27.000 per kilogram yang sebelumnya sempat merangkak naik.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 September 2022  |  17:56 WIB
Harga Telur Ayam di Cianjur Turun Menjadi Rp27.000 per Kg
Pedagang menata telur di Pasar Benhil, Jakarta, Senin (13/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, CIANJUR - Harga telur ayam di Pasar Induk Pasirhayam, Kabupaten Cianjur, mulai mengalami penurunan harga dari Rp35.000 menjadi Rp27.000 per kilogram, seiring meningkatnya produksi telur di tingkat peternak lokal di Cianjur.

Kepala UPTD Pasar Induk Cianjur Doni Wibowo mengatakan harga telur ayam saat ini sudah kembali normal di angka Rp27.000 per kilogram yang sebelumnya sempat merangkak naik karena peternak mengurangi produksi akibat mahalnya pakan.

"Sudah dua hari terakhir harga telur ayam kembali ke harga normal, seiring tingginya produksi telur di tingkat peternak. Selama ini pasokan telur berasal dari peternak lokal di sejumlah kecamatan di Cianjur," katanya, Minggu (18/9/2022).

Sehingga, ungkap Doni, kenaikan harga BBM tidak terlalu mempengaruhi harga telur. Sedangkan harga daging ayam sampai minggu kedua bulan September masih bertahan di angka Rp38.000 per kilogram, untuk harga kebutuhan pangan lainnya seperti minyak goreng, terigu dan gula masih normal.

Pedagang telur di Pasar Induk Pasirhayam Cianjur, Dadan mengatakan harga telur sudah kembali normal sejak dua hari terakhir di angka Rp27.000 per kilogram, sehingga angka penjualan kembali normal. Per hari pedagang dapat menjual 100 sampai 150 kilogram telur.

"Bulan sebelumnya harga telur merangkak naik hingga Rp35.000 per kilogram, namun sejak dua hari terakhir kembali turun dan mendekati harga normal. Untuk penjualan yang sempat menurun kembali meningkat," katanya.

Peternak ayam di Kecamatan Cikalongkulon, Azmi mengatakan angka produksi telur ayam kembali meningkat karena peternak memilih membuat pakan sendiri guna menekan tingginya pengeluaran untuk pakan yang harganya mahal sejak beberapa bulan terakhir.

"Kalau tidak disiasati kami akan merugi karena stok yang ada tidak terjual. Sejak dua pekan terakhir kami tidak mengandalkan pakan dari luar negeri atau pakan impor karena harganya melambung tinggi. Kami pakai pakai buatan sendiri agar biaya produksi tidak lagi mahal," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telur cianjur

Sumber : Antara

Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top