Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kadisdik Jabar Pastikan 704.592 Kuota Diperebutkan Peserta PPDB 2022

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahap 1 tahun 2022 di Jawa Barat dimulai hari ini, Senin 6 Juni hingga Jumat 10 Juni mendatang.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 06 Juni 2022  |  17:28 WIB
Kadisdik Jabar Pastikan 704.592 Kuota Diperebutkan Peserta PPDB 2022
Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi (kanan) memantau langsung pelaksanaan PPDB Tahap 1 tahun 2022 di SMAN 20 Bandung, Jln. Citarum No. 23, Kota Bandung, Senin (6/6 - 2022).
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahap 1 tahun 2022 di Jawa Barat dimulai hari ini, Senin 6 Juni hingga Jumat 10 Juni mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Dedi Supandi memantau langsung pelaksanaan PPDB Tahap 1 tahun 2022 di SMAN 20 Bandung, Jln. Citarum No. 23, Kota Bandung, Senin (6/6/2022).

Dedi mengatakan sebanyak 704.592 kuota PPDB tahun ini, akan diperebutkan oleh siswa dan siswi lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Adapun kuota PPDB untuk sekolah SLB Negeri dan Swasta sebanyak 5.760 orang, SMA Negeri sebanyak 163.728 orang, SMA Swasta sebanyak 106.380 orang, SMK Negeri sebanyak 113.112 orang, dan SMK Swasta sebanyak 315.612 orang.

Pihaknya memastikan, seluruh sekolah siap melayani para peserta didik untuk kebutuhan informasi PPDB atau pendaftaran PPDB jika terkendala jaringan.

"Tadi kita sudah lihat (orang tua calon peserta didik) dilayani, mendapatkan informasi di sekolah tujuan. Kepanitiaan (PPDB di sekolah) sudah berjalan," kata Dedi.

Dirinya pun berinteraksi dengan seluruh panitia di meja informasi. Semua panitia yang bertugas di tiga jalur; afirmasi, prestasi, dan perpindahan mampu memaparkan semua informasi yang ditanyakan. 

Kesiapan sekolah di seluruh Jabar bertujuan membantu calon peserta didik yang mengalami kendala jaringan atau di daerah blank spot (tak ada koneksi internet).

"Dengan melihat contoh tadi, otomatis sekolah tujuan akan memfasilitasi. Jadi, untuk yang berada di blank spot, (pendaftaran) bisa dilakukan di sekolah tujuan," tuturnya. 

Menurutnya lambatnya website pendaftaran pada pukul 08.00 WIB tadi pagi disebabkan banyaknya calon peserta didik yang mengakses secara bersamaan.

"Jadi bukan karena server, tapi karena masuk bersamaan. Sekarang sudah normal, tak ada lagi kendala," jelasnya.

Di samping itu, dalam pemantauan jalannya PPDB tahun ini, pihaknya melibatkan saber pungli yang didukung oleh pengawas sekolah dan peran masyarakat

"Kita membuka link pengaduan, jadi kalau ada informasi seperti itu (pelanggaran) bisa disampaikan ke sana dan juga bisa ke saber pungli," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 20 Bandung, Aam Hamzah menyatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari. Sehingga, saat pelaksanaan, seluruh panitia sudah siap melayani masyarakat.

"Persiapan dilakukan jauh-jauh hari dan sudah oke. Semua sesuai dengan SOP dari Disdik," ucapnya.

Sedari pagi, Aam memantau banyak orang tua calon peserta didik yang datang ke sekolah.

"Sebagian besar orang tua mencari tahu informasi dan konsultasi. Bahkan, sebelum tanggal 6 Juni sudah ada beberapa orang tua yang datang," ungkapnya.

Dalam buku tamu per pukul 12.00 WIB, tak kurang ada 90-an orang tua calon peserta didik yang datang ke SMAN 20 Bandung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dinas pendidikan ppdb
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top