Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsumsi Listrik Industri Tekstil di Jabar Naik 11 Persen pada Triwulan I 2022

PLN mencatat, pertumbuhan konsumsi listrik sektor tekstil pada Januari-Maret 2022 tumbuh mencapai 11% atau sebesar 1,53 Terawatt Hour (TWh), dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 18 April 2022  |  20:43 WIB
Sejumlah karyawan tengah memproduksi pakaian jadi di salah satu pabrik produsen dan eksportir garmen di Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/1/2022). Bisnis - Rachman
Sejumlah karyawan tengah memproduksi pakaian jadi di salah satu pabrik produsen dan eksportir garmen di Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/1/2022). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, BANDUNG - Pertumbuhan konsumsi listrik industri tekstil di Jawa Barat terus merangkak naik. Bahkan, setelah 2 tahun berturut-turut sempat minus, kali ini pecah rekor alami pertumbuhan dua digit. 

PLN mencatat, pertumbuhan konsumsi listrik sektor tekstil pada Januari-Maret 2022 tumbuh mencapai 11% atau sebesar 1,53 Terawatt Hour (TWh), dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Kenaikan ini tertinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada dua tahun berturut turut sebelumnya yaitu -4% atau sebesar 1,50 TWh di 2020 dan -8% di 2021. 

Pada triwulan pertama tahun 2021 tersebut, konsumsi listrik industri tekstil mencapai titik terendah yang hanya sebesar 1,38 TWh. 

“Meski pandemi Covid-19 belum sepenuhnya teratasi, industri tekstil mulai bangkit dan kembali menjadi salah satu sektor yang konsumsi listriknya tinggi. Berdasarkan data PLN UID Jabar, performa industri garmen, tekstil sepanjang triwulan 1 tahun 2022 ini berada di zona positif pertama kalinya selama pandemi,” kata Manager Layanan Prioritas PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Muhammad Ardian, Senin (18/4/2022). 

Selain karena peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam menyambut Idulfitri 2022, PLN juga mencatat adanya kenaikan penggunaan listrik oleh beberapa pabrik tekstil yang mengalihkan sumber listriknya dari pembangkit sendiri ke listrik PLN melalui program insentif Captive Power.   

“Melalui program insentif Captive Power ini, beberapa pelanggan tekstil yang sebelumnya menggunakan pembangkit listrik miliknya sendiri, kini beralih menggunakan listrik PLN. Atas pengalihan tersebut, PLN memberikan diskon atau insentif tarif yang lebih kompetitif jika dibanding pelanggan harus mengoperasikan pembangkit listriknya,” papar Ardian.     

Di Jawa Barat sendiri, industri tekstil dan produk tekstil terbesar untuk daya 200 kVA ke atas berada di wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya sebanyak 248 pelanggan dengan total daya 332,65 Mega Volt Ampere (MVA). 

Peringkat kedua ditempati PLN UP3 Cimahi sebanyak 183 pelanggan dengan daya 281,34 MVA. Sedangkan peringkat ketiga industry tekstil terbanyak berada di PLN UP3 Bandung sebanyak 124 pelanggan dengan total daya 213,11 MVA.  

Pada tahun ini, Ardian optimistis konsumsi listrik industri tekstil dan produk tekstil di Jawa Barat akan semakin tumbuh seiring pertumbuhan industri tekstil itu sendiri dan kondisi perekonomian Indonesia yang lebih baik.

Selain tekstil, beberapa segmen yang juga mengalami kenaikan konsumsi listrik dibanding triwulan yang sama pada 2021, di antaranya Segmen Sosial/Fasilitas Umum/Olah Raga yang naik 23,02%; Perhotelan naik 23,07%; Restoran naik 13,82%; serta Tempat Wisata dan Hiburan naik 26,01%. (K34)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN konsumsi listrik
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top