Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelajahi Wisata Gua di Jabar, Ini Rekomendasinya

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat merekomendasikan sejumlah obyek wisata alam maupun buatan untuk dikunjungi, salah satunya gua.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 27 Februari 2022  |  16:27 WIB
Gua Sanghyang Kenit di Kabupaten Bandung Barat. - Istimewa
Gua Sanghyang Kenit di Kabupaten Bandung Barat. - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG--Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat merekomendasikan sejumlah obyek wisata alam maupun buatan untuk dikunjungi, salah satunya gua.

Berikut rekomendasi obyek wisata gua di Jabar yang bisa jadi destinasi di masa liburan.

1. Wisata Gua Sunyaragi, Cirebon

Taman Air Gua Sunyaragi merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Cirebon, Jawa Barat. Gua ini merupakan salah satu peninggalan dari sejarah panjang kesultanan di Cirebon.

Hal itu sesuai dengan namanya, yakni berasal dari kata Sunya yang bermakna sunyi, sedangkan Ragi bermakna jiwa. Kendati begitu, objek wisata ini tetap boleh dikunjungi oleh umum.

Berdasarkan catatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jabar, luas Taman Air Gua Sunyaragi sekitar 15.000 meter persegi. Pemandangan di Taman Gua Sunyaragi memanjakan wisatawan. Bentuknya yang mirip dengan candi, kian memanjakan wisatawan.

Di dalam kompleks Gua Sunyaragi, terdapat beberapa gua seperti Gua Peteng, Gua Simanyang, Gua Padang Ati, Gua Pawon, Gua Argajumut yang masing-masing dari gua tersebut memiliki makna tersendiri. Satu persatu gua itu dihubungkan oleh rongga yang besar.

Letak Gua Sunyaragi berada di Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, atau dapat ditempuh sekitar 15 menit dari pusat Kota Cirebon. Untuk bisa masuk ke araea wisata, traveler cukup merogoh kocek Rp10.000.

2. Gua Pawon, Bandung Barat

Gua Pawon terletak di kawasan Karst Citatah yang terkenal dengan bebatuan purbanya di Kabupaten Bandung Barat. Gua ini merupakan salah satu bukti otentik eksistensi Danau Bandung Purba.

Undakan tangga batu dan suara cicitan kelelawar akan menyambut traveler begitu menapaki tangga menuju bibir gua. Pilar batu paduan stalakmit dan stalagmit sepanjang belasan meter, seolah menjadi penyangga atap gua yang ditembus sinar mentari.

Tak bisa terbayangkan, berapa lama proses tersebut terjadi, sebab pertambahan stalakmit hanya 0,2 mm per tahun. Di gua ini juga, traveler bisa melihat jejak-jejak kehidupan manusia purba.

Beberapa waktu lalu, arkeolog dari Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan eskavasi di Gua Pawon. Di sini, ilmuwan menemukan kerangka, gigi, tembikar, hingga mata tombak yang digunakan manusia purba untuk berburu.

Gua di antara pegunungan kapur ini juga lekat dengan hikayat Sangkuriang. Konon, Dayang Sumbi yang merupakan ibunda dari Sangkuriang dikisahkan pernah tinggal di dalam Gua Pawon sebelum bertemu kembali dengan Sangkuriang di sekitar Tangkuban Perahu saat ini.

Gua Pawon beralamat di Kp. Cibukur, Gunungmasigit, Kec. Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Traveler cukup merogoh kocek Rp5.000-Rp10.000 untuk bisa menjelajahi gua purba ini.

3. Gua Parat, Pangandaran

Gua Parat terletak di Kawasan Hutan Lindung atau cagar alam di Kabupaten Pangandaran. Gua ini memiliki panjang menjorong kurang lebih 300 meter ke bagian dalamnya.

Untuk bisa menyusuri gua, wisatawan bisa menggunakan jasa pemandu dari warga lokal. Interior Gua Parat pun semakin melebar begitu traveler berjalan masuk ke dalamnya. 

Di dalam Gua Parat, traveler bisa melihat stalakit dan stalagmit yang memiliki bentuk alamiyang unik, yakni mirip dengan bentuk kemaluan pria dan wanita. Keunikan lainnya, yakni stalakmit yang berbentuk seperti bejana.

Lokasi Gua Parat hanya berdurasi 10 menit bila ditempuh dari kawasan wisata Pantai Pangandaran. Untuk menggunakan jasa pemandu wisata, traveler cukup mengeluarkan kocek Rp50.000-Rp100.000 untuk dua orang dan bisa menjelajahi gua yang tersambung ke bibir pantai timur Pangandaran itu sepuasnya.

4. Sanghyang Kenit, Kabupaten Bandung Barat

Dibendungnya aliran Sungai Citarum Purba ke PLTA Rajamandala, membuat air yang melewati Sanghyang Kenit mendangkal. Arus sungai yang deras mulai menjinak, menyisakan air sungai yang mengalir tenang di antara bebatuan purba.

Secara administratif Sanghyang Kenit ini terletak di Cisameng, Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Lokasinya dekat dengan PLTA Rajamandala.

Rasa gerah setelah melewati jalanan di area pertambangan Cipatat, tempat hilir mudik truk bermuatan batu berukuran besar, luruh seketika melihat alam yang asri dan air yang jernih.

Pengunjung yang bermaksud wisata goa di sini akan dipandu oleh pemandu lokal dengan tarif Rp150.000 per 10 orang. Penelusuran gua eksotis ini cukup menantang karena akan melewati celah gua yang sempit dan licin.

Belum lagi dengan rute melewati genangan air Citarum Purba setinggi perut, yang masih dihuni oleh berbagai jenis ikan seperti baung dan gabus. Siapkan stamina dan lampu senter meskipun pemandu akan memberikan fasilitas helm dan pelampung.

Perjalanan menelusuri gua akan memakan waktu sekitar 45 menit. Bila air sedang tinggi, wisatawan bisa melakukan tubing dari Sanghyang Tikoro yang menjadi pintu keluar gua menuju titik awal Sanghyang Kenit.

Tertarik? Cuss!

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gua wisata jabar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top