Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kantongi Sertifikasi RSPO, PTPN VIII Siap Manfaatkan Momentum Kenaikan CPO

Sebagai salah satu anak perusahaan BUMN Holding Perkebunan yang berada di Provinsi Jawa Barat dan Banten, PTPN VIII mengelola beberapa komoditas, salah satunya yaitu kelapa sawit (Elaeis Guineensis).
Ilustrasi/Bisnis
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG — PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII menerapkan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) alam mendukung persaingan global kelapa sawit.

Penerapan sertifikasi RSPO merupakan salah satu Program Holding BUMN Perkebunan dan Key Performance Indicator (KPI) Direksi PTPN untuk komoditas kelapa sawit tahun 2021.

“Sertifikasi RSPO menjadi salah satu langkah strategis yang diambil oleh PTPN VIII. Apalagi harga minyak sawit saat ini terus mengalami kenaikan. Harapannya PTPN VIII dapat memanfaatkan momentum harga Minyak Sawit dengan tetap menerapkan prinsip–prinsip RSPO yang dipersyaratkan,” ujar Kepala Bagian Operasional Kelapa Sawit dan Karet PTPN VIII Budhi HT dalam rilis resmi kepada Bisnis, Selasa (21/12/2021).

Menurutnya sertifikasi RSPO mempunyai visi misi yang dapat mendukung kinerja PTPN VIII. Visi sertifikasi RSPO yaitu RSPO akan menjamin produksi minyak sawit dapat memberikan kontribusi untuk dunia yang lebih baik.

Sedangkan misinya yaitu RSPO mempromosikan produksi, pembelian dan penggunaan minyak sawit yang lestari, melalui pembangunan, penerapan dan verifikasi dengan menggunakan standar global yang kredibel, didukung oleh perjanjian dan komunikasi pada seluruh pihak terkait dalam rantai supply.

Sebagai salah satu anak perusahaan BUMN Holding Perkebunan yang berada di Provinsi Jawa Barat dan Banten, PTPN VIII mengelola beberapa komoditas, salah satunya yaitu kelapa sawit (Elaeis Guineensis).

Komoditas ini tersebar di beberapa kabupaten di antaranya Lebak, Pandeglang, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Barat dan Subang dengan luas areal sebesar 19.288,97 Ha. Saat ini kelapa sawit menjadi andalan dalam memperoleh cash in dalam memenuhi aktivitas operasional perusahaan.

Industri kelapa sawit mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa dasawarsa terakhir, dan menjadi kontributor penting dalam pasar minyak nabati dunia. Kelapa Sawit sudah menjadi komoditas pertanian global utama yang digunakan dalam sejumlah besar produk pangan maupun nonpangan.

Hasil penelitian juga menemukan bahwa kelapa sawit dapat digunakan sebagai bahan bakar nabati yang menjanjikan. Total produksi minyak sawit dunia diperkirakan lebih dari 45 juta ton, dengan Indonesia dan Malaysia sebagai produsen dan eksportir utama dunia, kemudian India, China, dan Uni Eropa sebagai importir pendukungnya.

“Dengan diperolehnya sertifikat RSPO oleh PTPN VIII, diharapkan dapat memberikan kepercayaan pada para customers dan dunia internasional tentang kualitas produk kelapa sawit Indonesia, karena produk PTPN VIII tidak hanya dijual untuk pasar dalam negeri, tetapi juga sudah banyak yang diekspor ke luar negeri,” katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper